Tahun 2020 Menjadi Tantangan Berat Bagi Negara Asia Capai Pertumbuhan Ekonomi

  • Whatsapp
Direktur dan salah satu pendiri IBER Mari Elka Pangestu

INDOPOLITIKA.COM- Indonesia Bureau of Economic Research (IBER) menyebut ketidakpastian perdagangan menyebabkan melemahnya perekonomian global di kawasan negara-negara Asia. Direktur dan salah satu pendiri IBER Mari Elka Pangestu mengatakan ini adalah tantangan para pengusaha di tahun 2020 mendatang.

Kata dia, ketidakpastian perdagangan global  ini sudah terjadi sejak 2017 lalu, akibatnya menekan pertumbuhan ekonomi dari 4,6% menjadi 2,6%. Selain itu juga, menekan arus investasi langsung yaitu turun sekitar 72%.

Baca Juga:

“Perang dagang turut menyebabkan ketidakpastian dalam pelaksanaan kebijakan makro di berbagai negara, terutama di kawasan Asia,” ujarnya.

Kata dia, ini menyebabkan arus perdagangan menjadi terganggu sehingga berdampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi, pasar keuangan dan modal.

Selain itu, dampak lain dari ketidakpastian perdagangan ini membuat negara Asia  kesulitan untuk membangun perekonomiannya. Misalnya, pembangunan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, perbaikan lingkungan, pengelolaan perubahan iklim, menanggapi transpormasi teknologi yang cepat, dan memperkuat sistem politik dan hukum menjadi terhambat.

Marie menjelaskan dalam sebuah studi oleh konsultan Baker dan McKenzie terhadap perusahaan-perusahaan multinasional mengungkapkan bahwa hampir setengah dari 600 perusahaan yang disurvei membuat perubahan besar pada rantai pasokan mereka dan sekitar 12% di antaranya sedang mempertimbangkan perubahan sistem rantai pasoknya secara total.

Tentunya, kata dia,  situasi ini bisa menjadi ancaman menurunnya kualitas standar hidup  akibat pertumbuhan ekonomi yang semakin melemah

“Ancaman terhadap integrasi pasar keuangan menimbulkan ketidakpastian terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi, dan ini akan kian mempersulit pengambilan keputusan dalam kebijakan makro,” kata Mari.

Marie menyarankan, untuk memperbaiki iklim perdagangan negara-negara kawasan ASIA harus keluar dari kesepakatan dagang antara AS dan China. Karena kata dia,  Negara- negara Asia ini sebagai kawasan yang paling rentan terhadap dampak perang dagang antara AS dan China.

Untuk itu, Marie menekankan, negara-negara di Asia dan ASEAN, termasuk Indonesia, dinilai perlu proaktif dan tampil sebagai pemimpin dalam menghadapi tantangan dan memulihkan iklim perdagangan global.

Dengan kekuatan ekonomi yang meliputi sekitar 30% perdagangan dan produk domestik bruto dunia, serta setengah populasi dunia, negara Asia memiliki kekuatan untuk menentukan sendiri arah perdagangan global ke depan.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *