Tak Ada Sosialisasi, Warga Pamulang Pertanyakan Rencana RS Untuk Pasien ODP

  • Whatsapp
Rumah Sakit (RS) Aria Sentra Medika

INDOPOLITIKA.COM – Rencananya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel akan membenahi Rumah Sakit (RS) Aria Sentra Medika di Kedaung, Pamulang untuk dijadikan tempat transit pasien yang masuk kategori Orang Dalam Pantauan (ODP).

Namun, rencananya Pemkot Tangsel tersebut mendapat pertentangan dari warga sekitar yang belum diberikan sosialisasi, jika RS tersebut akan dijadikan untuk pasien ODP.

Berita Lainnya

Ketua RT 9/10, Toto Rahmatullah mengatakan, banyak warga yang mempertanyakan akan hal tersebut. Karena, selebaran lowongan pekerjaan di RS tersebut.

“Itu kan awalnya gembar-gembor rumah sakit itu mau dijadikan isolasi pasien Covid-19, nah kita nunggu nih kebenarannya. Karena sudah banyak pergerakan di dalam rumah sakit, keluarga saya kan pada khawatir, karena dari mana-mana isunya. Saya lihat pamflet lowongan kerja, ada, memang benar ada buat Covid-19. Akhirnya saya perjelas ke kelurahan,” ujar Toto, Sabtu (4/4).

Saat ditanyakan ke Lurah, dirinya justru heran karena pihak kelurahan juga tidak mengetahui akan hal tersebut dan sangat disayangkan.

“Saya sayangkan, kok lingkungan setempat sampai enggak tahu. Enggak ada sosialisasi, enggak ada penjelasan. Saya pengennya mereka cepat-cepat sosialisasi ke warga,” ungkapnya.

“Karena ini rumah sakit sudah hampir dua tahun vakum, apa pembuangan limbahnya masih layak saya bilang, apa dari dinkes sudah mengecek kelayakannya, izin-izinnya lah, kok bisa secepat itu berdiri,” tambah Toto.

Terpisah, Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menjelaskan jika itu masih dalam tahap kajian Pemkot Tangsel untuk pasien yang masuk kategori ODP.

“Jadi begini, itu bukan RS untuk merawat, kan begini pemikiran kita. ODP ini kan enggak ngerasa sakit, tapi mobilitasnya tinggi nah kita berfikir orang-orang ODP yang kita pilih, kemudian kita pusatkan mereka sampai sembuh. Lokasi memang sempat dibahas disitu, kita lagi bikin kajiannya sementara ini,” jelas Benyamin.

Ketika disinggung mengenai, kurangnya sosialisasi terhadap warga. Itu akan segera dilakukan.

Tetapi, Benyamin kembali menjelaskan jika itu bukan untuk perawatan. Karena ODP ini menurutnya, bisa menjadi carrier yang membahayakan karena mobilitas mereka masih tinggi.

“Kita masih mengkaji lebih dalam. Ini kan ODP jalan-jalan karena enggak ngerasa sakit, bahaya kan dia bisa menjadi carrier. Apalagi ada Orang Tanpa Gejala (OTG) tau-tau positif, mungkin awalnya menular dari ODP. Kita waspadai memutus mata rantai, kita lakukan sesuatu yang tepat minta partisipasi masyarakat,” tandasnya. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *