Tak Bosan BMKG Kembali Ingatkan, Waspadai Curah Hujan Tinggi Sampai Pekan Depan

  • Whatsapp
Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko

INDOPOLITIKA.COM Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terkait potensi bencana banjir akibat cuaca ekstrim sepekan ke depan.

BMKG, dalam hal ini juga tetap akan memberikan informasi melalui media sosial perihal perkembangan cuacanya.

Berita Lainnya

“Terkait dengan peringatan dini, kalau lebih dari 3 sampe 4 kali ada warning melalui broadcast WA, social media, terus kejadian hujannya lebih dari 3 sampai 5 jam mohon kewaspadaan menjadi kesiagaan terkait dengan genangan maupun banjir,” kata Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko di Diskusi Polemik, Jakarta Timur, Sabtu (4/1/2019).

Selain itu, Hary juga menyampaikan terkait dengan potensi curah hujan kedepan. Saat ini, kata dia, beberapa wilayah sudah dalam kondisi jenuh, maka potensi hujan berapapun milimeternya berpotensi menjadi genangan.

“Terkait milimiternya, yang perlu menjadi perhatian kalau membaca informasi BMKG itu curah hujan secara bulan lebih dari 300 mm per bulan itu yang menjadi perhatian intensitasnya tinggi,”

Hary kemudian menjelaskan terkait perbedaan intensitas hujan. Menurutnya, yang menjadi perhatian adalah jika hujan dengan intensitas lebat itu diatas 50 sampai 100 dan sangat lebat diatas 100.

“Yang membedakan kalau bulan itu intensitas hujan tinggi, sangat tinggi, kalau harian lebat, sangat lebat. Yabg menjadi pehartian, lebat itu di atas antara 50 sampe 100, sangat lebat di atas 100, itu yang perlu menjadi perhatian,” ujar Hary.

Dalam pemberitaan sebelumnya, potensi hujan lebat masih menghantui kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Potensi hujan rendah dan hujan lebat masih ada sampai seminggu ke depan.

“BMKG memantau masih terdapat indikasi peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo. Mulyono dalam siaran tertulisnya, Jakarta, Rabu (1/1/2020).

Menurut dia, kondisi tersebut dipicu oleh adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal. Yaitu aktifnya Monsun Asia yang menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia, terbentuknya pola konvergensi dan terjadinya perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah.

Kemudian karena suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan, serta diperkuat dengan adanya fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave) yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia.

Untuk periode 1-4 Januari 2020, cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

Untuk periode 5 hingga 7 Januari 2020, cuaca ekstrem akan melanda Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *