Tak Kunjung Terbitkan Perppu, Jokowi Dicap Tak Komitmen Berantas Korupsi

  • Whatsapp
Denny Indrayana

INDOPOLITIKA.COM – Pakar hukum tata negara Denny Indrayan mengatakan Perppu undang-undang KPK terancam batal terbit sebab sudah tidak ada lagi faktor kegentingan. Menurut Deny salah satu landasan terbitnya Perppu adalah adanya kegentingan yang memaksa.

“Saya mendukung terbitnya Perppu itu. Bahkan harapan saya sebelum pelantikan. Untuk menunjukan itu urgen. Tapi, makin kesini makin hilang urgensinya. Genting kok makin lama,” katanya disela-sela menjadi pemateri dalam diskusi pemindahan ibukota di kampus Assyafiiyah Jakarta Timur, Selasa (14/10/2019).

Baca Juga:

Menurut dia, Perppu itu sangat penting. Hanya dengan Perppu, presiden bisa dinilai komitmennya tentang pemberantasan korupsi. Sebab, UU KPK hasil final revisi sangat jelas melemahkan KPK.

“Sederhananya begini, kalau tidak mau menerbitkan Perppu KPK ini, komitmen pemberantasan korupsinya perlu dipertanyakan,” ujar mantan WamenkumHAM era SBY itu.

Dia mengatakan, hadirnya UU baru hasil revisi jelas membenamkan keberadaan KPK. Artinya, kata dia, KPK sebenarnya kini sudah tidak ada lagi. Dampaknya, kedepan, pemberantasan korupsi akan semakin suram dan tidak bisa diharapkan lagi.

“Kita sudah tidak punya KPK. KPK kita sudah mati,” katanya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *