Tak Lagi Gunakan Istilah Darurat, Inmendagri PPKM Level 4: Pakai Masker Jenis Ini

  • Whatsapp
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian

INDOPOLITIKA.COM – Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Tito Karnavian menerbitkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru menyusul kepastian masih berlangsungnya pengetatan mobilitas masyarakat hingga 25 Juli 2021.

Namun demikian, pemerintah mengganti istilah “Darurat” menjadi PPKM Level 4 melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 Tentang PPKM Level 4 di Wilayah Jawa dan Bali.

Berita Lainnya

Kebijakan itu ditandatangani 20 Juli 2021 dan berlaku pada 21 Juli 2021 sampai dengan tanggal 25 Juli 2021.

“Kami sudah menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 22 Tahun 2021, kemudian ini berlaku dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 25 (Juli), dan setelah itu nanti akan ada evaluasi,” kata Mendagri dalam Rapat Koordinasi terkait Evaluasi PPKM Level 4 di Jawa dan Bali melalui Video Conference, Rabu (21/7/2021).

Dalam keterangannya, Mendagri menjelaskan secara umum isinya sama dengan aturan sebelumnya.

“Isinya sebetulnya secara substansi sama dengan PPKM Darurat,” jelasnya.

Dalam Inmendagri ini, masyarakat diminta tetap menggunakan masker bedah sekali pakai. Sebab, masker bedah sekali pakai memberikan perlindungan lebih baik dari masker kain.

Sementara itu, masker N95 juga memberikan perlindungan lebih baik dari masker bedah. Namun, masyarakat dapat menggunakan masker dobel agar terhindar dari penularan virus yaitu dengan menggunakan masker bedah di dalam dan masker kain di luar.

Masyarakat diminta untuk tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan di luar rumah serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker

Dalam Inmendagri juga diimbau, penggunaan masker sebaiknya diganti setelah digunakan lebih dari 4 jam.

Aturan terbaru tersebut juga memuat adanya penguatan 3T (testing, tracing, treatment) perlu terus diterapkan.

Kebijakan tersebut mengatur tentang Testing perlu ditingkatkan sesuai dengan tingkat positivity rate mingguan, dengan ketentuan sebagai berikut; jika positivity rate mingguan 5% – 15% – 25%, maka jumlah tes (per 1000 penduduk per minggu) adalah 15.

Testing tersebut perlu terus ditingkatkan dengan target positivity rate.

Terakhir, pengetatan protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan prinsip bahwa Covid-19 paling menular pada kondisi tertutup, pertemuan pertemuan panjang (lebih dari 15 menit), interaksi jarak dekat, keramaian, aktivitas dengan bernapas kuat misalnya bernyanyi, berbicara dan tertawa dan tidak memakai masker seperti pada saat makan bersama. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *