Tak Mau Hanya Jadi Market, Erick Thohir: Bagaimana Swiss Gak Punya Cokelat Tapi Bikin Cokelat Paling Top Dunia

  • Whatsapp
Erick Thohir dan Arya Sinulingga

INDOPOLITIKA.COM – ┬áMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku bertemu dengan Duta Besar Swiss untuk Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan Swiss berkeinginan untuk membuka bisnis di Indonesia.

“Tadi kedatangan Dubes Swiss. Katanya akan ada 150 perusahan Swiss yang datang ke Indonesia. Buka respresetatif atau bisnis di indonesia. Bahkan Wakil Presiden Swiss akan datang ke indonesia,” ujar Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/02/2020).

Bacaan Lainnya

“Saya bilang oke. Saya bilang ke pak Dubes yang baru, Indonesia itu enggak mau jadi market, kalau perlu kita belajar dari Swiss. Kenapa? Enggak punya cokelat tapi bikin cokelat yang paling ngetop di dunia,” sambung Erick.

Lebih lanjut, Erick menjelaskan, dalam suatu kerjasama tidak hanya ada transfer teknologi tetapi juga ada nilai tambahnya. Nilai tambah yang dimaksud, lanjut Erick, misal perusahaan representatif itu tidak hanya bangun pabrik di Indonesia untuk memanfaatkan pasar Indonesia.

“Kalau cuma bikin pabrik transfer teknologi enggak cukup. Saya mau head officenya untuk asia tenggara di Indonesia jangan di Malaysia atau Singapura. Selama ini kantor pusat marketnya di Indonesia, tapi kantornya enggak di Indonesia. Saya bilang pabriknya harus di Indonesia. Jadi bukan hanya know how, tapi kita minta ada kantor di Indonesia,” tegasnya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *