Tak Punya Uang, Para Pelanggar PPKM Darurat Ini Pilih Dipenjara Dibanding Bayar Denda

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Hukuman denda bagi pelanggar Penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali benar-benar meresahkan masyarakat.

Denda 100-200 ribu bagi yang punya atau punya pekerjaan bagus mungkin terasa kecil. Tetapi bagi mereka yang tidak punya, atau bagi mereka yang bekerja serabutan, untuk mendapatkan uang sebesar itu sangat berat.

Berita Lainnya

Untuk itu, tak sedikit yang memilih menghadapi proses hukum hingga dipenjara daripada membayar denda sebagai sanksi atas pelanggaran PPKM yang mereka lakukan.

Salah satunya adalah warga Kota Serang, Banten yang berinisial BH. BH yang bekerja sebagai penjaga toilet divonis hukuman denda Rp100 ribu karena kedapatan tidak memakai masker saat melintas di Jalan Maulana Hasanuddin, Pasar Lama. Namun, ia memilih untuk dipenjara sehari karena tidak mampu membayar denda PPKM.

Bergeser ke Tangerang, Banten. Seorang warga terjaring aksi razia masker yang dilakukan petugas. Warga yang merupakan pemotor tersebut memilih dipenjara karena menurunkan masker demi merokok.

Hal yang sama terjadi di Subang, Jawa Barat. Ada beberapa pelanggar yang akhirnya tidak membayar denda sesuai putusan. Hakim membayar sebagian denda pelanggar tersebut dalam sidang yang digelar di Alun-Alun Kota Subang.

Kejadian serupa terjadi di Tasikmalaya. Warga pemilik warung kopi berinisial ALS di Kota Tasikmalaya lebih memilih dipenjara daripada membayar denda PPKM. ALS lebih memilih kurungan bui selama 3 hari karena tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar denda sebesar Rp5 juta. [fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *