Tak Terima Putusan Pengadilan dipenjara 17 Bulan, Pelawak Nurul Omar Nyatakan Banding

  • Whatsapp
Nurul Qomar di Jatuhi Hukuman Penjara 17 Bulan Atas Kasus Pemalsuan Ijazah

INDOPOLITIKA.COM- Majelis Hakim PN brebes, Jateng, menjatuhkan hukuman 1 tahun 5 bulan penjara kepada Nurul Qomar dalam kasus pidana penggunaan Surat Keterangan lulus (SKL) palsu. Pengadilan berpendapat Qomar terbukti melanggar pasal 263 ayat 2 KUHP tentang pemalsuan surat atau dokumen. Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umun (JPU), yakni selama 3 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum, Bahtiar Ihsan Agung Nugroho, menuntut Qomar di hukuman 3 tahun penjara karena melanggar Pasal 263 ayat 2. Menurut jaksa, tindakan terdakwa dinilai telah merusak tatanan dunia pendidikan.

Muat Lebih

Tidak terima dengan hasil putusan pengadilan, Nurul Qomar melalui tim kuasa hukumnya langsung menyatakan banding. Dia mengatakan, pihaknya menghormati putusan hakim. Namun dirinya tidak sependapat dengan putusan hakim tersebut, sehingga mengajukan banding.

“Saya menghormati putusan hakim ini, tapi kami tidak sependapat sehingga kami mengajukan banding. Saya tidak langsung ditahan sehingga masih bisa melawak, syuting, mengisi pengajian dan lainnya,” ujar Qomarusai persidangan, Senin (11/11).

Sebelumnya, Nurul Qomar menjadi terdakwa kasus penggunaan Surat Keterangan Lulus (SKL) palsu ketika mendaftar sebagai rektor di Universitas Muhadi Setyabudi (UMUS) Brebes tahun 2017.

Perbuatan yang dilakukan oleh Qomar dianggap mencoreng dunia pendidikan dan juga merusak nama baik yayasan UMUS. [pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *