Taksi Online Tetap Kena Gage

  • Whatsapp
Kawasan Ganjil Genap

INDOPOLITIKA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap. Di dalam tersebut juga berlaku untuk taksi online yang berplat hitam yang tetap dilarang melintasi kawasan ganjil genap (Gage).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, angkutan umum online berplat hitam tetap dilarang melintasi kawasan ganjil-genap. Lantaran pihaknya tidak bisa mengeluarkan stiker sebagai penanda angkutan online. Solusinya, Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan Korlantas terkait identifikasi dan registrasi kendaraan bermotor.

Baca Juga:

Sebab, kata Syafrin, ada peraturan Kementrian Perhubungan (Menhub) Nomor 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusu yang didalamnya mengatur domain penandaan ada di kepolisian.

“Kami sudah berusaha mencari ruang yang bisa dilakukan agar ada penanndaan, tapi ternyata mentok di regulasi atasnya. Ada norma yang diatur, apakah permen 118 atau mahkamah agung, yang penanda itu dihilangkan, tidak dibolehkan. Kalau pemerintah pusat tidak bisa melakukan penandaan apalagi pemerintah daerah, kan kita harus lihat norma. nggak mungkin peraturan gubernur menabrak peraturan di atasnya, kita harus taat asas,” jelasnya.

Adapun jumlah angkutan online yang direkomendasikan oleh Dinas Perhubungan, kata Syafrin yaitu sebanyak 9.200 unit kendaraan. Menurutnya, angka tersebut lebih banyak dari angkutan umum milik PT Transjakarta sebanyak 3.359 unit.

“Itu belum masuk kendaraan dari luar Jakarta. Bisa puluhan ribu kalau digabung dengan daerah lainnuya. Kami harus melakukan pengaturan yang patuh terhadap regulasi di atasnya,” ungkapnya.

Selain Itu, lanjut Syafrin, ada juga mobil barang yang minta diakomodir untuk pengecualian ganjil genap. Namun sudah dijelaskan bahwa aktivitas sosial ekonomi itu sudah diberi ruang dari pukul 10.00-16.00 WIB. Itulah alasan kenapa kemudian ganjil genap tidak diterapkan sepanjang hari.

“Kalau plat kuning itu kan memang boleh melintas. Jadi silahkan saja kalau mau berplat kuning,” ungkapnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *