Taliban Jamin Kebebasan Hak-hak Perempuan, Pengamat: Warga Skeptis, Makanya Eksodus

  • Whatsapp
Pengungsi memadati pesawat angkut C-17 Globemaster III milik Angkatan Udara AS, membawa sekitar 640 warga Afghanistan ke Qatar dari Kabul, Afghanistan 15 Agustus 2021 [Defense One/Handout/Reuters]

INDOPOLITIKA.COM – Taliban telah menjanjikan kebebasan hak-hak perempuan, kebebasan media, dan amnesti bagi pejabat pemerintah dalam konferensi pers pertama kelompok itu setelah mengambil alih ibukota Afghanistan, Kabul.

Zabihullah Mujahid, juru bicara kelompok bersenjata mengatakan pada Selasa (17/8/2021) bahwa hak-hak perempuan akan dilindungi sesuai hukum Islam.

Berita Lainnya

Dia juga mengatakan Taliban menginginkan hubungan damai dengan negara lain dan tidak ada kelompok yang diizinkan menggunakan wilayah Afghanistan untuk menyerang negara mana pun.

“Saya ingin meyakinkan masyarakat internasional, termasuk Amerika Serikat, bahwa tidak ada yang akan dirugikan. Kami tidak menginginkan musuh internal atau eksternal,” katanya.

Kelompok itu sebelumnya menyatakan “amnesti” di seluruh Afghanistan dan mendesak perempuan untuk bergabung dengan pemerintahnya. Hal ini dilakukan sehari setelah ketegangan memuncak di mana ribuan warga Afghanistan berusaha melarikan diri ke Bandara Kabul.

Setidaknya tujuh orang tewas dalam kekacauan Senin, termasuk beberapa orang yang menempel di sisi jet AS saat lepas landas.

Sementara itu China mengatakan siap untuk membuka “hubungan persahabatan” dengan Taliban, sementara Rusia dan Iran juga membuat tawaran diplomatik.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid. Foto: [Hoshang Hashimi/AFP]
Warga Afghanistan Skeptis Janji Taliban

Terlepas dari janji kebebasan yang dijanjikan Taliban, pengamat menilai sebagian besar penduduk Afghanistan masih skeptis dengan janji ini, kata akademisi Afghanistan Haroun Rahimi kepada Al Jazeera.

“Itulah yang Anda lihat, dimana warga berlomba-lomba eksodus,” katanya dari Istanbul.

“Saya pikir itu ada hubungannya dengan beberapa faktor, salah satunya kebrutalan Taliban di masa lalu. Beberapa orang mungkin merasa sangat sulit bahwa mereka (Taliban) telah berubah,” tegasnya. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *