Tamu Jokowi Diwajibkan Rapid Test Dulu, Begini Sederet Protokol Kesehatan yang Harus Dilakukan

  • Whatsapp
Seskab Pramono Anung mendampingi Presiden Jokowi memasuki ruang rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Jumat (27/12/2019) pagi.

INDOPOLITIKA.COM – Ada aturan baru bagi para tamu di Istana Kepresidenan termasuk pejabat yang ingin masuk. Sejak Presiden Jokowi sudah memulai rapat secara tatap muka, kini bagi para menteri ataupun tamu yang hendak bertemu kepala negara diwajibkan menjalani rapid test.

Hal itu disampaikan oleh Sekretariat Presiden lewat akun Youtube. Sekretariat Presiden menjelaskannya lewat dokter Reisa Broto Asmoro, yang juga Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Semua sebelum masuk kita tes satu-satu. Menteri, Panglima Kapolri, Jaksa Agung, semuanya,” kata Pramono, Kamis 18 Juni 2020.

Dari gambar terlihat sebelum memasuki sidang kabinet paripurna, para menteri bergantian mengikuti tes kilat. Juga dilakukan pengecekan suhu tubuh dan memastikan jaga jarak saat rapat antar Presiden dan para pembantunya.

“Kemudian tata letak kursi diatur sedemikian rupa,” kata dokter Reisa menjelaskan.

Pramono berharap, protokol kesehatan di Istana Kepresidenan ini bisa menjadi standar bagi seluruh instansi pemerintah. Instansi pemerintah diminta tetap menjalani aktivitas meski harus mengikuti aturan-aturan di luar kebiasaan.

“Ini jadi role model bagi Pemda yang akan gelar rapat-rapat seperti ini,” ucap Pramono.

Sebelumnya, Jubir Presiden RI Fadjroel Rachman mengatakan jika hasil Rapid Test para tamu presiden itu dinyatakan bebas Covid-19 maka akan dipersilakan masuk ke ruang chamber. Di situ akan disemprot dengan cairan desinfektan yang sesuai dengan standar kesehatan.

Setelah situ, para tamu akan diminta cuci tangan atau menggunakan hand sainitizer yang disediakan di meja pintu masuk. Tentunya, semua tamu wajib menggunakan masker saat masuk ke dalam kompleks Istana Kepresidenan.

“Kemudian, kami di atas mejanya itu ada hands sanitizer, kemudian baru jalan ke dalam (Istana,red),” jelas Fadjroel.

Fadjroel juga menjelaskan protokol kesehataan saat berhadapan atau saat bertemu dengan Presiden, para tamu diminta melakukan jaga jarak sekitar 2 meter dari hadapan Presiden.

“Ketika berhadapan dengan presiden terpisah jaraknya antara 1,5 atau 2 meter. Beliau di sebrang meja. Jadi sekitar 2 meter, kami tetap memakai masker, beliau juga memakai masker,” ucap Fadjroel.

“Itulah yang dilakukan oleh presiden menaati PSBB dan mempersiapkan menuju kenormalan baru,” katanya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *