Pemerintahan

Tangani Konten Dunia Maya, Kominfo: Literasi Digital Perlu Dibenahi

Salah satu cara penanggulangan konten asusila di dunia maya adalah dengan membenahi bagian hulu. Aspek itu menurut Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan merupakan wilayah pendidikan melalui literasi digital.

“Kita harus memberantas konten asusila dari hulu ke hilir. Di hulu dengan literasi, di tengah pendampingan, dan di hilir dengan peraturan dan penindakan,” tegas Dirjen Aptika dalam Sarasehan Nasional Penanganan Konten Asusila di Dunia Maya di Museum Nasional, Jakarta, Senin (12/08/2019).

Dirjen Semuel menjelaskan ruang siber yang berupa lingkungan menjadi tanggung jawab semua pihak yang ada di dalamnya untuk menciptakan ruang siber yang lebih sehat dan produktif.

“Artinya semua yang ada di dalamnya bertanggungjawab, baik dari penyedia platform, kreator, maupun pengguna platform. Dengan adanya tanggung jawab dari semua pihak, maka ruang siber lebih sehat dan produktif,” tandasnya.

Menurut Dirjen Aptika, tidak semua penanganan konten di dunia maya dilakukan dengan pemblokiran. Bahkan menurutnya, pendidikan menjadi bagian penting agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mengendalikan konten negatif.

“Tidak semua harus di handle dengan blokir. Kami berharap dengan memanfaatkan teknologi ada kontribusi dari masyarakat untuk mengendalikan. Maka diperlukan pendidikan sejak dini pada masyarakat, khususnya pendidikan orang tua,” ungkapnya.

Dalam sesi diskusi Konten Asusila dalam Perspektif Pengendalian Konten Internet, Penyedia Platform, dan Pelaku Industri itu dikupas pandangan pemangku kepentingan dan penyedia platform digital serta masyarakat terkait konten asusila. Selain Dirjen Aptika, dalam sesi itu hadir pula Executive Director ICT Watch Widuri, Konten Kreator Yossi Mokalu, Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan Atnike Nova Sigiro, dan moderator Maman Suherman. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Close
Close