Tanggapi Nurdin Pernah Raih Penghargaan Anti Korupsi, KPK: Setiap Orang Punya Nafsu Serakah

  • Whatsapp
Firli Bahuri Ketua KPK saat gelar perkara penetapan Nurdin Abdullah Gubernur Sulsel sebagai tersangka suap, Minggu (28/2/2021) dini hari. Foto: KPK RI

INDOPOLITIKA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

Nurdin padahal sebelumnya tercatat pernah meraih penghargaan anti korupsi. Menanggapi hal itu, Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan suatu penghargaan tidak lantas membuat seseorang tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Berita Lainnya

“Penghargaan itu diberikan sesuai dengan prestasi dan waktu, tempat tertentu. Tapi jangan berpikir bahwa setiap orang yang sudah menerima penghargaan tidak akan melakukan korupsi,” tegas Firli dalam konferensi pers penetapan tersangka yang disiarkan YouTube KPK, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Firli mengatakan, tindak pidana korupsi bisa menghampiri siapa saja. Apalagi jika orang tersebut memiliki kekuasaan. Sebab menurutnya, korupsi kerap dilakukan ketika seseorang sedang berkuasa, serta diliputi oleh nafsu yang serakah.

“Karena korupsi adalah pertemuan antara kekuasaan dan kesempatan, serta minusnya integritas,” ucap Firli.

Oleh karena itu, Firli kembali mengingatkan khususnya bagi kepala daerah agar menjauhkan diri dari praktik-praktik korupsi. Dia menegaskan bahwa jabatan kepala daerah merupakan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan.

“Sehingga saya berharap ke seluruh pejabat negara, kita diberikan mandat amanat oleh rakyat. Maka pegang lah amanat itu, jauhilah korupsi,” kata Firli. [rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *