INDOPOLITIKA.COM – Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Abdullah Kafabihi Mahrus Ali mengatakan ketika diberikan sakit di dunia, manusia dianjurkan melakukan ikhtiar dzahir (tampak). Tidak kalah penting, ikhtiar dzahir harus pula disertai doa kepada Allah SWT, sebab itu adalah perintah-Nya. Karena itu orang yang berdoa termasuk orang yang akan mendapatkan pahala.

Apa pun alasannya, apa pun persoalannya, Kiai Mahrus Ali meyakini berdoa adalah solusi atas berbagi masalah tentu diiringi dengan ikhtiar yang terus menerus. Namun, ucap dia, memang terdapat doa-doa khusus yang dibaca saat menghadapi masalah tertentu.

Seperti saat virus corona menyerang rakyat Indonesia sekarang ini, doanya adalah sapu jagat yang bersumber langsung dari hadits Nabi.

“Allahumma Inni as’aluka ashihah wal-afiya wal-muafata da-ima fid-dun-ya wal akhirat”.

“Ini doa sapu jagat pengambilannya dari hadits, kita minta kepada Allah sehat dunia dan akhirat. Jadi kita minta sehat itu tidak hanya di dunia kita minta kesehaan sampai di akhirat,” tuturnya belum lama ini seperti dikutip NU Online, Jumat (6/3/2020).

Kiai Kafabihi Mahrus menegaskan, Allah menjadikan sesuatu di muka bumi secara berpasang-pasangan. Ada laki-laki ada perempuan, ada matahari ada rembulan, ada langit ada bumi. Maka, ada penyakit sudah pasti ada obatnya.

“Ada penyakit dan ada obatnya. Pengobatan itu tidak hanya mengandalkan dzahir saja yang lebih penting pengobatan dengan doa minta kepada Allah,” katanya.

Menurut dia, dalam situasi apa pun manusia harus banyak berdoa kepada Allah sang pencipta alam semesta. Meskipun sebetulnya, lanjutnya, tanpa disadari warga NU selalu berdoa agar terlindung dari keburukan.

Dalam bait doa qunut yang dibaca pada rakaat kedua shalat subuh misalnya, terdapat doa meminta perlindungan Allah SWT secara langsung. “Dalam qunut ada doa dijaga dari keburukan-keburukan. Insyallah NU warganya bebas dari penyakit yang buruk,” harapnya.[asa]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com