Tantangan Esktremisme Nyata, Ini Kriterianya Menurut Menteri Agama

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi mengatakan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan dan ancaman radikalisme atau ektremisme. Menurutnya, terlepas dari perdebatan istilah, ancaman radikalisme itu nyata.

Ada pihak yang ingin mengganti NKRI dengan bentuk negara lain, mengingkari nilai-nilai luhur Pancasila, dan hendak menghapus fakta kebhinneka-tunggal-ikaan kita.

Muat Lebih

“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Kita tegas nyatakan: lawan radikalisme! Tangkal ekstrimisme!” demikian disampaikan Menag dalam Sarasehan Pembinaan Mental Angkatan Darat (Bintalad) di Jakarta,  Rabu (20/11/2019).

Kegiatan ini mengangkat tema Menakar Radikalisme dan Nasionalisme serta Solusinya Dalam Rangka Memperkokoh Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Menuju Indonesia Maju. Selain Menag, tampil sebagai narasumber Kepala BPIP Hariyono dan Direktur Perlindungan BNPT Herwan Chaidir.

Fachrul Razi menjelaskan kriteria orang atau organisasi yang dapat dikatakan radikal. Pertama, merasa paling benar dan intoleran, tidak bisa menerima orang lain yang berbeda identitas dan pendapatnya.

“Keberbedaan atau kebhinnekaan adalah keniscayaan. Keberagaman pandangan juga keniscayaan, dan tidak ada satupun manusia yang berhak mengklaim paling benar, kebenaran hakiki hanya milik Allah,” jelas Menag.

Kedua, memaksakan kehendaknya dengan berbagai cara, menghalalkan cara apapun, bahkan tak segan-segan melukai atau membunuh. “Padahal agama manapun, ayat suci apapun mengajarkan memanusiakan manusia. Syariat diturunkan untuk menjunjung nilai kemanusiaan dan menjaga kehidupan,” ungkap Menag.

Ketiga, menggunakan cara-cara kekerasan, baik verbal maupun tindakan dalam mewujudkan apa yang diinginkannya. “Mereka tak segan melakukan ujaran kebencian (hate speech), atau menyampaikan berita bohong (hoax),” jelasnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *