Target Ketum PKB pada Pemilu 2024: Meraih Minimal 100 Kursi di DPR

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Gus AMI) menargetkan PKB keluar sebagai pemenang pada Pemilu 2024 mendatang.

Syaratnya, kata Gus AMI, PKB harus dapat meraih minimal 100 kursi di DPR RI dan banyak mengisi kursi kabinet di pemerintahan mendatang.

Berita Lainnya

“Salah satu kunci agar Indonesia lebih baik adalah PKB menang di 2024. Banyak di legislatif minimal 100 kursi, banyak di kabinet, banyak di pemerintahan daerah, bupati, gubernur,” kata Gus AMI dalam sambutannya saat Harlah PKB ke-23, Jumat (23/7/2021).

Untuk mencapai target itu, Gus AMI menegaskan bakal terus memperkuat dan memperbanyak kader-kader PKB militan dan tangguh yang siap untuk mengisi jabatan publik.

Ia mengaku optimistis target Pemilu 2024 bisa diraih partainya. Ia mengatakan selama 23 tahun, PKB telah turut melakukan evaluasi sistem demokrasi untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem yang sudah keropos.

“Kita tambal yang keropos. Kita ubah menjadi perbaikan dan penyempurnaan sistem demokrasi kita,” kata mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini.

Gus AMI menuturkan, selama 23 Tahun PKB berdiri, partai telah tumbuh dan kuat secara natural dalam denyut perjuangan ke-Islam-an, Kebangsaan dan Keindonesiaan. Komitmen ini, kata Gus AMI, akan membuat PKB kokoh dan tidak goyah oleh keadaan apapun.

“PKB akan hadir menjadi solusi, PKB akan jadi kekuatan terakhir untuk jadi solusi,” kata Wakil Ketua DPR RI ini.

Dia juga mengingatkan kader agar ikut menyukseskan penanganan Pandemi Covid-19. Meski secara politik belum signifikan, Gus AMI menyebut PKB harus jadi penyeimbang dan solusi.

Oleh sebab itu, penting untuk mendorong partisipasi masyarakat untuk mengambil peran saat Pemerintah kesulitan dalam menyelesaikan pandemi.

“Contohnya, vaksinasi ini. Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan. Kebijakan Pemerintah harus libatkan seluruh arah,” katanya.

Sebagai informasi, 23 tahun lalu, PKB dideklarasikan oleh Para Ulama dan Kyai, terutama Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (NU) seperti KH Ilyas Ruhiat, KH Abdurrahman Wahid, KH Mustofa Bisri, KH Munasir Ali, KH Muchit Muzadi, termasuk yang ikut membantu di antaranya KH Dimyati Rois, KH Said Aqil Siradj. [fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *