Faktor Global & Harga Komoditas Sebabkan Target Pajak Meleset

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Kinerja penerimaan pajak 2019 bakal jauh dari target. Hingga akhir November 2019, penerimaan pajak baru mencapai 72 persen atau Rp 1.136 triliun. Angka itu jauh dari target yang ditetapkan yakni Rp 1.577 triliun.

Menanggapi itu, Fiscal Economist Tax Research & Training Services DDTC, Denny Vissaro menilai kinerja pajak tidak memuaskan utamanya disebabkan pelemahan ekonomi global dan menurunnya harga komoditas.

Berita Lainnya

“Di sisi lain, di dalam negeri ada pemilu. Respons yang kurang cepat terhadap kondisi global itu akhirnya menyebabkan dampaknya berlarut-larut hingga sekarang,” ujar Denny di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Pemilu yang diadakan pada April 2019, lanjut Denny, secara tidak langsung juga mengurangi ruang improvisasi pemerintah dalam pemungutan pajak, hingga menyebabkan anjloknya penerimaan pajak.

Denny mengakui memang persoalan fundamental dari sektor pajak di Indonesia masih membayangi penerimaan pajak kita. Persoalan fundamental itu diantaranya; seperti tingginya sektor informal, kelembagaan dan struktur penerimaan yang rentan goncangan. Belum lagi adanya pengaruh politik terhadap sisi penerimaan pajak.

“Tetapi itu semua kalau direspon cepat oleh pemerintah tentunya tak akan berakibat pada menurunnya pendapatan pajak,” imbuhnya.

Melihat kondisi saat ini, menurut Denny, ancaman resesi global terkait negatifnnya pertumbuhan ekonomi secara berulang tak lagi menjadi isapan jempol.

“(Resesi) itu mulai menjadi kenyataan. Imbasnya global supply chain terganggu,” tambahnya.

Jika dalam situasi normal, penerimaan pajak dapat berkisar antara Rp 1.361 triliun sampai Rp 1.398 triliun atau berkisar 86,3 persen hingga 88,6 persen terhadap target.

Dalam kondisi tak normal seperti sekarang ini DDTC Fiscal Research memproyeksikan akan ada penurunan. “Dalam skenario terburuk, DDTC Fiscal Resarch memprediksi penerimaan hanya akan mencapai 83,5 persen dari target atau shortfall sekitar Rp 259 triliun,” pungkasnya.[sgh]

 

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *