Tari Pengancur Raya, Sebuah Lagu Sarat Kritik Sosial Indonesia

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Sejak Jum’at dini hari (08/11/2019), warganet banyak yang rela begadang untuk menunggu premier lagu ‘Tarian Penghancur Jiwa’ di kanal Youtube buah karya dari Feast, grup musik beraliran rock asal Jakarta  yang lahir dari sekumpulan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia.

‘Tarian Penghancur Raya’ sempat masuk dalam jajaran topik populer di  Twitter. Penantian warganet pun terbayarkan, lagu itu dinilainya mampu menyihir dan menyeret mereka pada lirik-lirik lagu Feast.

Baca Juga:

Album baru Feast ini memang memiliki lirik yang gelap, dalam dan magis serta mampu merekam berbagai kondisi sosial politik Indonesia saat ini, dan dapat menyambungkan pengalaman batin keseharian warganet.

Sebagai contoh, bagaimana Feast mengangkat budaya lokal di Banyuwangi tentang Tari Gandrung yang sempat ramai mendapat represi ormas FPI dan disebutnya bisa menyesatkan umat.

Tak hanya itu. Berbagai persoalan lingkungan hidup pun disoal dengan indah melalui lirik Tarian Penghancur Raya ini.

“Laut dan pegunungan kecewa
Kudeta besar alam semesta
Siarkan kabar penelan surya
Meleleh matikan kutub utara”.
“Perihal waktu tunggu datangnya
O2 dijual oleh negara”.

 

 

Tarian Penghancur Raya merupakan lagu yang diambil dari album ‘Membangun dan Menghancurkan’. Sebuah album setelah dua karya Feast lainnya yaitu album studii Multiverses (2017) dan album mini Beberapa Orang Memaafkan (2018) lahir duluan.

Grup band yang aktif sejak 2012 ini digawangi oleh Baskara Putra (vokal, synthesizer), Adnan S.P.(giitar), Dicky Renanda (gitar), F. Fikriawan (bass) dan Adrianus Aristo Haryo (Bodat) di drum. Dikenal dengan lirik indah tapi tajam dan gelap dalam berbagai persoalan nyata di keseharian masyarakat Indonesia.

Munculnya lagu ini pun disambut suka cita masyarakat dikarenakan adanya keterwakilan pengalaman batin mereka dengan lirik yang disampaikan.

Kunto Aji, penyanyi yang terlahir di Yogyakarta, menulis lewat akun twitternya @KuntoAjiW,  “Menyimak album baru @wordfangs (akun Twitter Baskara Putra Vokalis Feast, red) sebelum lahiran. Seperti dipinjami buku diary oleh teman dekat. Lembar demi lembar, dengan senyum kecil dan mata berkaca-kaca saya dibawa melihat kehidupan.” [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *