TEI 2019 Bukukan USD 3,19 Miliar dari 114 Kesepakatan Dagang Berbagai Negara

  • Whatsapp
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, menjelaskan, transaksi yang terjadi selama TEI 2019 meliputi transaksi perdagangan, jasa, dan investasi. Transaksi perdagangan terdiri dari transaksi produk (barang) sebesar USD 1,54 miliar.

INDOPOLITIKA.COM – Pameran ekspor terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 tahun 2019 yang diselenggarakan di International Convention Exhibition (ICE) di Tangerang, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, sudah berakhir.

Dari catatan Kementerian Perdagangan, untuk misi pembelian selama penyelenggaraan TEI ke-34 tercapai 114 kesepakatan dagang dengan total nilai kontrak sebesar USD 3,19 miliar. Kesepakatan dagang tersebut berasal dari 31 negara yaitu Jepang, Mesir, Amerika Serikat, Malaysia, Somalia, Spanyol, India, Australia.

Baca Juga:

Juga dari Kanada, Brasil, Korea Selatan, Hungaria, Libya, Thailand, Belanda, Belgia, Vietnam, Tiongkok, Jerman, Inggris, Singapura, Nigeria, Taiwan, Arab Saudi, Irak, Yordania, Filipina, Italia, Palestina, Romania, dan Aljazair.

“TEI tahun ini berhasil mencapai nilai transaksi USD 10,96 miliar atau senilai Rp153,38 triliun. Capaian ini meningkat 29,04 persen dibandingkan tahun lalu,” ungkap Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta pada Jumat (25/10).

Sementara itu, untuk kegiatan business matching telah menghasilkan 247 transaksi potensial dengan nilai mencapai USD 67,11 juta. Selama lima hari pelaksanaan TEI 2019, kegiatan business matching ini diikuti buyers dari 36 negara, antara lain Amerika Serikat, Korea Selatan, Malaysia, Kanada, Meksiko, Mesir, Hungaria, Jepang.

Selain itu dari Bulgaria, Vietnam, India, Singapura, Madagaskar, Maroko, Filipina, Sudan, Hongkong, Thailand, Oman, Srilanka, Pakistan, Serbia, Algeria, Zimbabwe, Australia, Jordan, Afrika Selatan, Tiongkok, Botswana, Tunisia, Yaman, Chili, Inggris, Turki, Brasil. Produk yang paling diminati adalah makanan dan minuman, produk pertanian, tekstil dan produk tekstil, produk kecantikan dan kesehatan, serta furnitur dan perabotan.

“Hal tersebut menunjukkan eksportir Indonesia mampu meyakinkan para buyers mancanegara untuk bertransaksi di tengah persaingan global yang semakin ketat. Artinya, eksportir mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan selera pasar, berdaya saing tinggi dengan harga yang kompetitif, serta sikap profesional yang menumbuhkan kepercayaan dari kalangan buyers internasional,” jelas Mendag.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *