Teleconference Bersama Delegasi Sekolah, Disdikbud Tangsel Perpanjang Belajar di Rumah Hingga 20 Mei

  • Whatsapp
Taryono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel

INDOPOLITIKA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperpanjang siswa belajar di rumah hingga 20 Mei 2020. Hal tersebut dalam rangka pencegahan dan dalam masa darurat penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel melalui surat edaran kebijakan pendidikan dalam masa darurat Corona. Surat edaran tersebut ditunjukkan kepada seluruh kepala sekolah PAUD, SD, SMP, PKBM, Lembaga kursus Se-Kota Tangsel.

Bacaan Lainnya

Kebijakan itu dilakukan setelah memperhatikan, surat edaran Mendikbud, kemudian surat edaran Walikota Tangerang Selatan,dan surat edaran BNPB tentang status tanggap darurat bencana pandemi virus Corona. Taryono mengatakan, setelah masa siswa belajar di rumah diperpanjang, dilanjutkan dengan adanya libur nasional selama delapan hari.

“Jadi setelah siswa belajar di rumah sampai tanggal 20 Mei, pada tanggal 21 sampai dengan 29 Mei adalah libur dan cuti bersama Nasional,” kata Taryono.

Taryono menambahkan, pembelajaran di rumah mempunyai dampak positif, yakni: meningkatkan kualitas hubungan orangtua dan anak, meningkatkan kreativitas dan inovasi guru dalam pembebelajaran.

“Ini merupakan kesempatan bagi sekolah untuk memberikan jaminan kualitas layanan kepada orangtua siswa,” paparnya.

Pembelajaran di rumah selama darurat COVID 19 menurut Taryono tidak mengurangi kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, lanjutnya, kepala sekolah, guru, dan yayasan diimbai bisa memastikan bahwa pembelajaran jarak jauh berjalan dengan baik.

“Berikan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat bagi peserta didik. Ada feedback kualitatif yang jelas dari peserta didik dan orangtua siswa,” ujarnya.

Belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh, kata Taryono dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

“Khusus bagi sekolah/lembaga yang diselenggarakan oleh masyarakat (sekolah swasta), orangtua siswa akan semakin yakin dengan apa yang telah dilakukan sekolah, dan semakin percaya, serta tentu saja akan lebih memperhatikan segala kewajiban orangtua siswa kepada sekolah/yayasan,” tandasnya.

Selain itu, dalam surat edaran tersebut, Dindikbud Kota Tangsel juga menginformasikan soal dibatalkannya Ujian Nasional (UN). Kecuali kesetaraan program Paket A,B dan C.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) nantinya juga dilakukan melalui protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Termasuk mencegah berkumpulnya orangtua dan siswa secara fisik di sekolah.

“Adapun prosedur dan tatacara pelaksanaan PPDB ini akan ditentukan kemudian,” tambahnya. [adv]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *