Temuan Baru Kasus Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Vindra Yunico alias Nico (29), pelaku penyiraman air keras di kawasan Jakarta Barat diketahui berprofesi sebagai tukang service air conditioner (AC). Dalam melakukan aksinya, Nico menggunakan soda api yang biasanya digunakan untuk keperluan pekerjaan sebagai tukang servis AC.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono menjelaskan, selama ini pelaku membeli soda api di sebuah toko di daerah Meruya Selatan.

Muat Lebih

Menurutnya, dosis soda api tak pernah dihitung, jika dosis soda api yang dicampurkan ke dalam botol Aqua tersebut besar akan sangat berdampak pada korban jika aksi VY dilakukan dari jarak yang dekat.

“Setelah membeli, soda api tersebut kemudian dicampur dengan air di dalam botol Aqua, dia masukkan dan dia tidak pernah menghitung berapa besar dosisnya itu,” ujar Gatot Eddy di Polda Metro Jaya, Senin (18/11/2019).

Dari hasil penyelidikan, Nico ternyata telah beraksi sebanyak empat kali. Tiga diantaranya, menyasar sejumlah pelajar SMP dan seorang pedagang sayur.

Aksi pertama terjadi pada 3 November 2019 di dekat Mapolsek Kebon Jeruk. Hanya saja, soda api yang disiram oleh Nico tidak terlalu berdampak sehingga korban tidak membuat laporan.

“Dari pengembangan yang dilakukan ternyata sebelumnya tanggal 3 November pernah sekali lagi, soda apinya sedikit jadi tidak terdampak dan tidak ada yang melapor,” kata Gatot di Polda.

“Lokasinya di kebon jeruk, di dekat Polsek Kebon Jeruk, namun saat itu dia mengaku soda apinya sedikit sehingga tidak ada yang kena, jadi tidak ada yang lapor,” sambungnya.

Hingga kini, Polisi masih memeriksa kejiwaan Nico. Dari pemeriksaan sementara, Nico tidak dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

“Perkembangan psikologi untuk sementara tidak ada dugaan gangguan kejiwaan tapi masih di dalami,” papar Gatot.

Lebih jauh, Gatot menambahkan pihaknya juga telah memeriksa urin Nico. Hasilnya, yang bersangkutan dinyatakan negatif menggunakan narkoba.

“Sudah kita lakukan, terkait narkoba dia masih negatif,” tutup Gatot.

Dari tangan Nico, polisi menyita barang bukti berupa dua baju seragam korban, satu baju kahfi korban, dan rekaman CCTV.

Tersangka kemudian dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak pasal 80 ayat (2) juncto Pasal 76 c Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014, dan/atau pasal 351 ayat (2) KUHP.

Adapun kasus ini, berawal dari dua siswi SMP diserang pelaku misterius dengan menggunakan air keras. Aksi penyiraman itu terjadi saat kedua korban pulang sekolah, Selasa (5/11).

Akibat aksi teror air keras dari pelaku tak dikenal, korban bernama Aurel mengalami luka bakar di bagian bahu, tangan, dan badan. Aurel tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Kebon Jeruk, Jakarta. Sedangkan, Prameswari, korban lain mengalami luka di bagian tangan.

Tak lama berselang, insiden serupa kembali terulang. Insiden tersebut menimpa seorang penjual sayur keliling bernama Sakinah alias Enah (56).

Perempuan paruh baya itu disiram dengan air keras pelaku misterius di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (8/11) malam.

Dari informasi yang dihimpun, korban saat itu hendak pulang ke kediamannya di Gang Haji Taat Nomor 15 RT 11, RW 06, Meruya, Jakarta Barat. Peristiwa itu terjadi ketika Enah selesai berjualan.

Saat dalam perjalanan, tiba-tiba datang pengendara motor yang langsung menyiram Enah. Kejadian tersebut tepatnya terjadi di Jalan Aries Utama, Meruya Utara, Jakarta Barat sekitar pukul 19.00 WIB.

Terbaru, penyerangan tersebut juga menyasar enam orang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMP). Kejadian tersebut tepatnya terjadi di Jalan Mawar, Srenseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (15/11). Saat kejadian, enam orang yang menjadi korban baru saja pulang dari sekolah.

Dari keterangan pihak sekolah, mereka yang menjadi korban adalah Z, E, W, C, EK dan satu lainnya belum disebutkan namanya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *