Tenaga Honorer di Kementerian Akan Ditebar Ke Seluruh Desa di Indonesia

  • Whatsapp
Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo.

INDOPOLITIKA.COM- Tekad pemerintah untuk menghapus tenaga honorer secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor usia dan faktor lainnya agaknya sudah bulat.

Menteri Pendayagunaan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan, pemerintah sejak 2018 sudah melakukan penyaringan termasuk tes ulang kembali, terhadap tenaga honorer agar bisa memenuhi standar diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Muat Lebih

“Bagi (tenaga honorer) yang tidak memenuhi standar pun pemerintah akan berupaya melalui pemda dengan membuka program pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K),” kata Menpan RB Tjahjo Kumolo di Batang, Jawa Tengah. Kamis (23/01/2020).

Menteri Tjahjo berharap, lewat program-program tersebut tenaga honorer yang terganjal faktor usia yang tidak memungkinkan menjadi ASN, tetap akan diperhatikan.

Ia mengatakan KemenPAN-RB sudah bertemu dengan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebab sebagian besar tenaga honorer ada pada tenaga guru dan pegawai honorer di dinas kesehatan.

Pemerintah, kata dia, ke depan menyiapkan program di setiap satu desa minimal ada 10 guru, 10 tenaga kesehatan di puskesmas pembantu, penyuluh pertanian, penyuluh peternakan, dan penyuluh pengairan.

“Kalau satu desa ada pegawai negeri yang meliputi ketiga tadi. Ini yang sedang kami persiapan dengan baik. Kebutuhan berapa, jumlah desanya berapa, sekolah dasarnya (SD) berapa, SMP-nya berapa, berapa jumlah puskemas pembantunya,” katanya.

Menpan RB minta pola reformasi birokrasi tidak dilihat secara sepotong saja termasuk masalah perampingan eselon 3,4, dan 5, tunjangan kinerja, optimalisasi kerja, fungsionalnya bagaimana sampai proses penggajian, dan pensiun yang harus ditingkatkannya.

“Tentunya kalau pegawai negerinya bisa maka swasta pun akan bisa, setidaknya kalau wartawan ya (gajinya) di atas UMR. Jadi kerjanya tidak hanya di kantor saja namun bisa dimana saja,” katanya.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *