Tenang…Mie Instan Gak Bakal Naik 3 Kali Lipat Kok Gaes…!!

Ilustrasi.

INDOPOLITIKA.COM – Isu harga mie instan bakal melonjak tiga kali lipat dari harga yang saat ini membuat resah masyarakat. Pasalnya, mie instan merupakan salah satu makanan favorit di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa dampak perang Rusia – Ukraina menyebabkan rantai pasok bahan makanan bisa tersendat masuk ke Indonesia.

“Jadi hati-hati yang makan mie banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini,” ujar Syahrul dalam webinar bersama Ditjen Tanaman Pangan pada Senin (8/8/2022).

Soal kenaikan harga mie instan ini, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meyakini harga mi instan tidak akan naik tiga kali lipat imbas kenaikan gandum. Sebaliknya, dia percaya diri harga mi bakal turun.

“Kemarin ada yang tanya, itu katanya mi akan naik tiga kali, enggak. Tidak, mie tidak akan naik tiga kali,” kata pria yang akrab disapa Zulhas itu di Kulon Progo, kemarin.

Tren kenaikan itu memang sempat ada karena gagal panen besar-besaran di Australia, Kanara, Amerika, juga imbas ratusan ton gandum tertahan akibat perang Rusia-Ukraina.

Namun sekarang, kata Zulhas, Ukraina sudah bisa mengekspor gandum sehingga harga komoditas itu akan turun pada September mendatang.

“Gandum bebas sekarang. Jadi pasar gandum akan dibanjiri oleh Ukraina. Kemudian Australia juga panennya berhasil, Kanada berhasil, Amerika berhasil,” ujarnya.

“Justru menurut saya nanti gandum September akan turun harganya, trennya turun gitu ya. Jadi kalau 3 kali tidak lah. Bahwa kemarin ada naik sedikit iya. Naik sedikit gara-gara inflasi kita kan 4-5 persen. Jadi naiknya segitu. Tapi cenderung September nanti akan turun lagi,” tandasnya.

Terpisah, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang membantah kabar soal harga mi instan bakal naik 3 kali lipat lantaran naiknya harga gandum yang disebabkan oleh dampak perang Rusia-Ukraina.

Sebab menurut dia, komponen dalam pembuatan mi instan yang berasal dari tepung terigu tidak serta merta 100 persen berasal dari bahan baku gandum. Oleh karena itu, bos Indofood tersebut mengatakan kenaikan harga gandum tidak akan membuat harga mi instan naik 3 kali lipat.

“Mi instan itu kan bukan hanya terigu, komponen terigunya juga tidak besar-besar amat,” ujarnya.

“Coba cabai kemarin naik tinggi, emang harga mi ikut naik? Padahal kan ada cabai dalam proses pembuatannya. Terus pas harga minyak goreng naik, mi emang naik kan tidak. Jadi memang enggak begitu berdampaklah,” sambung Franciscus.

Franciscus yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) mengaku, sejauh ini belum ada anggotanya yang mengeluhkan tersendatnya distribusi gandum.

“Masih aman-aman saja, masih lancar. Belum ada keluhan tuh sampai sekarang,” kata dia. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.