Tengku Zulkarnain Minta Kapolri Usut Tuntas Celoteh Sukmawati yang Singgung Nabi

  • Whatsapp
Tengku Zulkarnain

INDOPOLITIKA.COM – Sekjen Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Tengku Zulkarnain mengkritik keras pernyataan Sukmawati yang dianggap membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno. Dia berharap pihak kepolisian dapat menangkap Sukmawati.

“Secara akal dan bahasa, ngapain dia bawa bawa Baginda Nabi di abad 20 bagi NKRI, bukankah nabi sudah wafat 14 abad yang lalu. Ini unsur kesengajaan melecehkan Nabi. Tangkap…!,” Ucap Tengku Zul melalui akun Twitternya, Minggu (17/11/2019).

Bacaan Lainnya

Ia meminta kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk mengusut tuntas kasus itu. Serta mengajak seluruh umat Islam, untuk memberikan sanksi sosial kepada Puteri Presiden pertama Republik Indonesia itu.

“Jika Kapolri tidak mengusut kasus Sukmawati, maka umat Islam mesti memberikan sanksi sosial kepada orang ini. Dan, memberikan sanksi sosial kepadanya, termasuk tidak menyolatkan mayatnya jika mati adalah sebuah pelajaran bagi penista agama yang lain,” katanya

Hingga kini, Tagar #tangkapsukmawati menjadi trending topik Twitter Indonesia dengan 14.000 lebih cuitan.

Diberitakan sebelumnya, ucapan Sukmawati itu dilontarkan pada saat dirinya menghadiri sebuah diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’ pada Senin (11/11/2019).

Dalam diskusi itu, awalnya Sukmawati berbicara tentang perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan RI dari jajahan Belanda. Namun, saat diskusi berjalan tiba-tiba Sukmawati melontarkan pertanyaan yang membandingkan antara nabi Muhammad dengan Soekarno pada abad 20.

Sontak peserta diskusi pun hening. Tak ada yang menjawab. Tak lama, tiba-tiba ada satu mahasiswa menjawab: memang benar yang berjuang merebut kemerdekaan pada abad 20 itu adalah Soekarno.

Kemudian Sukmawati memotongnya dan melanjutkan pembicaraannya. Menurutnya, adalah hal yang wajar apabila kita menghormati para pejuang terdahulu.

“Memangnya kita nggak boleh menghargai, menghormati, orang-orang mulia di awal-awal, pokoknya abad modern? Apakah suri teladan itu hanya Nabi? Ya, oke, nabi-nabi, tapi pelajari perjalanan sejarah, ada revolusi industri. Apakah kita tidak boleh menghargai seperti Thomas Jefferson, Thomas Alva Edison, orang-orang mulia untuk kesejahteraan manusia,” kata Sukmawati seperti dilihat pada video di sini. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *