INDOPOLITIKA.COM – Barcelona belum lama ini dikabarkan sudah membaik kondisi finansialnya. Bahkan sempat dilaporkan meraih keuntungan yang fantastis pada musim ini. Namun ternyata Los Cules masih punya utang besar ke empat klub.

Barcelona memang dilanda krisis finansial semasa pandemi COVID-19 lalu. Buruknya manajemen di bawah kepemimpinan Josep Maria Bartomeu jadi alasannya.

Di era Bartomeu, Barcelona banyak melakukan pembelian pemain dengan harga mahal tapi tidak berkontribusi banyak untuk tim. Bahkan tidak semua pemain ditebus lunas saat diboyong dari klub lamanya.

Alhasil, Barcelona harus melakukan penyesuaian di sana-sini untuk menjalankan roda klub, termasuk melepas Lionel Messi secara bebas transfer pada 2021.

Alhasil presiden saat ini Joan Laporta sudah memperpanjang nafas Barcelona lewat empat kali tarikan tuas ekonomi agar bisa melakukan transfer dan mendaftarkan pemain. Selain itu, Barcelona juga melakukan pemangkasan gaji besar-besaran.

Meski demikian, Barcelona ternyata masih menyimpan utang dari transfer-transfer mereka di era Bartomeu dan juga Laporta. Total utangnya mencapai 144 juta euro atau sekitar Rp 2,45 T!

Rinciannya adalah Barcelona baru membayar tiga juta euro kepada Manchester City, dari total 52 juta euro, saat memboyong Ferran Torres Januari lalu.

Sementara transfer Frenkie de Jong dari Ajax Amsterdam pada 2019 juga masih menyisakan 32 juta euro, yang ditambah 10 juta euro dari utang transfer Sergino Dest setahun kemudian.

Pembelian Miralem Pjanic dari Juventus pada 2020 juga masih menyisakan tagihan cukup besar, 36 juta euro. Padahal Pjanic sudah dilepas bebas musim panas kemarin.

Terakhir kepindahan Philippe Coutinho dari Liverpool pada 2018 juga masih menyisakan utang 14 juta euro. Coutinho juga sudah dilepas murah ke Aston Villa musim lalu.[CHE]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com