Terima 54.456 Ribu KTP dan Tanda Tangan, Suhendar Tempuh Jalur Parpol

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM –  Suhendar, Bakal Calon Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) periode 2020, terima dukungan sebanyak 54.456 ribu KTP dan Tanda Tangan dari warga, untuk pencalonannya sebagai Walikota, melalui jalur independen.

Ketua Tim Suhendar, Wahyudin menyampaikan, per tanggal 10 Februari 2020, mereka telah berhasil mengumpulkan KTP dan tanda tangan warga sebanyak 54.456 ribu orang.

Baca juga:

“Kami dari tim relawan Suhendar mengucapkan terimakasih banyak, lantaran telah diberikan dukungan. Selain itu, jumlah ini tentu kita peroleh atas dasar kerja keras seluruh tim relawan Suhendar yang ada di Kota Tangsel,” kata Wahyudin, kepada Indopolitika.com, pada Kamis (13/02/2020).

Namun demikian, kata Wahyudin, jumlah tersebut diatas belum mencukupi untuk mendaftarkan pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan untuk jalur perseorangan atau Independen.

Sebagaimana diketahui bahwa syarat untuk mendaftarkan pasangan calon walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan ke KPU sebesar 7,5 persen dari total DPT yang ada di KPU atau sebesar 71.143 dari jumlah DPT 948.571 Kota Tangerang Selatan.

“Merujuk pada dukungan KTP yang terkumpul per hari ini tanggal 12 Februari 2020, berarti ada kekurangan 16.687 dukungan KTP untuk memenuhi persyaratan pendaftaran Paslon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel melalui jalur independen atau perseorangan,” katanya.

Sementara, Wahyudin kembali menjelaskan,  berdasarkan jadwal pendaftaran dan verifikasi paslon perorangan dimulai pada tanggal 19-23 Februari 2020. Artinya sebanyak 7 hari lagi waktu yang tersisa untuk mengumpulkan sisa dukungan KTP yang kurang.

Menurut perhitungan dan pengalaman dari timnya, 7 hari adalah waktu yang mustahil untuk memgumpulkan sisa dukungan KTP yang kurang sebanyak 16.687 dukungan KTP. Di tambah lagi harus menginput data secara manual dan online melalui aplikasi silon milik KPU.

“Bayangkan kita harus menginput KTP dan tanda tangan dukungan hanya dalam waktu 7 hari. Sehingga tim memutuskan untuk menghentikan pengumpulan KTP dan memutuskan untuk tidak memdaftarkan paslon walikota dan wakil walikota Tangsel melalui jalur Perorangan atau Independen,” paparnya.

Menurut Wahyudin, keputusan tersebut diambil dengan penuh pertimbangan, pasalnya dalam peraturannya jika dalam pendaftaran dan verifikasi dukungan KTP tidak memenuhi syarat, maka pasangan calon tidak boleh diusung dan mendaftarkan diri sebagai calon melalui jalur partai politik.

“Keputusan untuk berhenti menggalang dukungan KTP warga, dan melalui jalur independen ini juga sekaligus memutuskan bahwa akan melakukan langkah-langkah politik yang lainnya yaitu melalui jalur Partai Politik,” jelasnya.

“Maka sejak hari ini, dukungan KTP ditutup dan akan membangun konsolidasi politik ke Partai-partai Politik yang memiliki kursi atai hak dukungan politik untuk mengusung pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel 2020. Sekali lagi, terimakasih atas 54.456 dukungan KTP warga Tangsel,” imbuhnya menutup perbincangan. [rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *