Terjebak di Kota Chernihiv, Kemlu Ungkap Kronologi Evakuasi 11 WNI dari Ukraina

Direktur Perlindungan WNI Kemlu Indonesia Judha Nugraha/Net

INDOPOLITIKA.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membeberkan kronologi evakuasi terhadap sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat terjebak di kota Chernihiv, Ukraina, dalam tiga pekan gempuran Rusia.

Sembilan WNI buruh pabrik plastik asal Binjai, Sumatera Utara, tersebut berhasil dievakuasi menuju zona aman di Polandia pada hari ini, Jumat (18/3).

Direktur Perlindungan WNI Kemlu Indonesia Judha Nugraha mengatakan pihaknya berupaya mengevakuasi sembilan WNI sejak pekan pertama invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2).

Namun, upaya itu terhambat lantaran kekacauan yang terjadi di Kyiv sementara evakuasi harus dilakukan apabila situasi cukup aman.

“Sebenarnya ketika terjadi serangan, seluruh WNI kami minta berkumpul di KBRI yang ada di Kyiv. Namun, teman-teman 9 WNI ini tidak dapat menjangkau Kyiv, sehingga mereka terjebak hingga kemarin,” kata Judha dalam konferensi pers secara daring, Jumat (18/3).

Kronologi evakuasi sembilan WNI di Cherniv kemudian dimulai Senin (14/3), mereka dijemput dari pabrik lokasi kerja menuju bunker di pusat kota.

Kemudian pada Selasa (15/3), pukul 07.00 waktu setempat, kebijakan curfew atau jam malam di Kyiv diberlakukan. Padahal, jalur evakuasi melalui Kyiv. Jam malam itu berlaku hingga Kamis (17/3) pukul 09.00 waktu setempat.

Setelah kebijakan jam malam dicabut, rombongan WNI akhirnya berangkat dari Chernihiv ke Kyiv, dan tiba di ibu kota Ukraina tersebut pukul 14.20 waktu setempat.

“Kemudian kami bawa ke Lyiv dan tiba di Lyiv pada pukul 00.20 dini, Jumat (18/3),” tutur Judha.

“Kemudian, kami inapkan, dan pada tadi pukul 11.00 waktu Lyiv, kami berangkat menuju perbatasan. Alhamdulillah, beberapa menit lalu kami sudah melewati perbatasan di Polandia,” jelasnya.

Judha mencatat, saat ini jumlah WNI yang berhasil dievakuasi dan berada di Ibu Kota Polandia, Warsawa, sebanyak 11 orang.

Mereka ialah sembilan WNI dari Binjai, dan dua orang lainnya merupakan WNI yang sudah terlebih dahulu dievakuasi, namun mereka masih menjalani isolasi lantaran terpapar virus corona (Covid-19).


Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.