Terkait Pernyataan SBY, Erick Tohir Tak Khawatir Dicopot dari Menteri BUMN

  • Whatsapp
Menteri BUMN, Erick Thohir.

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengklaim banyak pihak yang menginginkan dirinya dicopot dari jabatan menteri. Oleh sebab itu, dia ingin secara sungguh-sungguh membenahi perusahaan-perusahaan pelat merah yang saat ini masih bermasalah.

“Kalau habis restrukturisasi, operasionalnya harus benar. Nanti ada problem lima tahun lagi di menteri selanjutnya atau mungkin saja saya cuma setahun. Kan banyak yang mau goyangkan saya,” ujar Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Baca juga:

“Sekarang kuncinya operasional, ini yang saya harapkan, salah satunya yang saya titip juga ke Wamen, kalau habis restrukturisasi, operasionalnya mesti benar,” sambungnya.

Tak hanya itu, dia juga menginginkan peran aktif dari komisaris utama agar senantiasa mengawasi kinerja perusahaan-perusahaan BUMN. Menurut dia, jangan sampai Komisaris bekerja sama dengan Direksi untuk melakukan penyimpangan.

“Saya tidak mau juga komisaris hanya duduk-duduk dan tidak bantu kementerian untuk mengawasi. Namun jangan ambil peran direksi, jangan juga, enggak boleh, sudah ada tugasnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, kerugian PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang ditaksir mencapai sekitar Rp 13 triliun dan diduga disebabkan kasus korupsi, memantik rasa keingintahuan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Melalui laman Facebook resminya, Ketua Umum Partai Demokrat itu ikut menyampaikan pandangan tentang skandal tersebut.

Melalui tulisan yang diunggahnya, SBY mengatakan kasus Jiwasraya plus skandal pada jasa asuransi pelat merah lainnya, yakni Asabri, tak pelak menciptakan kegaduhan politik.

Belakang SBY mengakui, mengetahui alasan mengapa sejumlah pihak menginginkan terbentuknya pansus Jiwasraya. Tujuan tersebut, klaim SBY, di antaranya ialah untuk menjatuhkan menteri dan menyalahkan Jokowi selaku presiden.

“Ketika saya gali lebih lanjut mengapa ada pihak yang semula ingin ada pansus, saya lebih terperanjat lagi. Alasannya sungguh membuat saya geleng kepala. Katanya… untuk menjatuhkan sejumlah tokoh. Ada yang dibidik dan harus jatuh dalam kasus Jiwasraya ini. Menteri BUMN yang lama, Rini Sumarno harus kena. Menteri yang sekarang Erick Thohir harus diganti. Menteri Keuangan Sri Mulyani harus bertanggung jawab. Presiden Jokowi juga harus dikaitkan,” tulis SBY.[ab]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *