Terkait Polemik RAPBD DKI, Mendagri Tak Mau Intervensi

  • Whatsapp
Mendagri Tito Karnavian

INDOPOLITIKA.COM – Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian tak ingin berkomentar jauh soal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2020 yang dinilai banyak pihak kontroversi. Menurutnya, dia tidak akan mengintervensi.

“Saya kan tak mau intervensi daerah, sebelum mereka final, karena mereka memiliki mekanisme sendiri,”katanya kepada wartawan, Jumat (1/11).

Baca Juga:

Tito hanya menjelaskan bahwa RAPBD 2020 sejatinya disusun secara bertahap. Kemudian nantinya, dapat dilakukan cross cheking

“Contoh di tingkat provinsi masih ada pembahasan diulangi oleh bagian perencanaan, setelah itu ada inspektorat, untuk lakukan cross checking, setelah itu baru masuk ke dprd, dibahas DPRD,” kata Tito.

Karena itu Tito tidak akan mengintervensi daerah, hanya saja dia akan mengingatkan jika anggaran harus menyentuh sasaran dan rasional.

“Tentu saja sekarang masih di tahap provinsi, kita gak bisa dan tak ingin intervensi, paling hanya ingatkan saja,” ujarnya.

Diketahui, proses penyusunan RAPBD DKI 2020 saat ini tengah menjadi polemik karena adanya temuan sejumlah usulan yang tidak relevan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS).

Beberapa di antaranya menjadi sorotan, seperti pengadaan lem aibon senilai Rp. 82,8 miliar, kemudian juga alat tulis kantor berupa pulpen senilai Rp123,8 miliar. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *