Ternyata Gegara ‘Goblok’ Diketawain, Motivator Agus Tampar Pelajar SMK Malang

  • Whatsapp
Motivator Agus Setiawan alias Agus Piranhamas ditetapkan sebagai tersangka menyusul tindakannya menempeleng pelajar SMK di Malang

INDOPOLITIKA.COM- Ternyata motivator Agus Setiyawan alias Agus Piranhamas menampar pelajar SMK Muhammadiyah 2 Malang gegara suara tawa. Emosi Agus tersulut dan plok-plok sampailah tangan Agus ke pipi para pelajar itu.

Para pelajar sendiri tertawa lantaran dilayar slide terjadi kesalahan ketik alias typo. Di sana tertulis kata ‘Goblok’. Hal itulah yang mengundang tawa sejumlah pelajar. Suara tawa itu ternyata menyulut emosi Agus kemudian terjadilah penamparan atau penempelengan terhadap 10 pelajar SMK Mhammadiyah 2 Malang. Agus berdalih sudah memberikan wejangan bahwa dilarang menertawakan sesuatu yang salah.

Baca Juga:

“Ketika operator menulis goblok ada kesalahan, dan ada yang tertawa. Saat itulah saya khilaf,” ujar Agus saat dihadirkan polisi dalam konferensi pers di Mapolres Malang Kota Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sabtu (19/10/2019).

Dari keterangan yang disampaikan, Agus sebelumnya telah memberikan warning keras terhadap para pelajar, yang mengikuti seminar kewirausahaan untuk fokus memperhatikan materi yang akan diberikan. Bahkan, Agus mengakui jika ia sempat menebar ancaman untuk memukul mulut para pelajar.

“Saya akui khilaf, sempat memang saya sampaikan, akan memukul mulut anak-anak, jika tertawa ketika melihat ada yang salah,” terang Agus.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan hasil visum et repertum mengungkap adanya luka lebam pada bagian pipi seluruh korban. Selain itu, ada beberapa korban yang mengalami luka robek di bagian bibir. Dan tamparan Agus juga menyebabkan hidung pelajar ada yang berdarah.

Agus dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara.

Mantan Kasubdit II Ditreskoba Polda Metro Jaya ini menegaskan, jika perbuatan tersangka yang berprofesi sebagai motivator telah mencederai seluruh masyarakat Indonesia, khusus kalangan dunia pendidikan.

“Dimana murid sebagai generasi penerus bangsa, semestinya kita lindungi dan kita ayomi. Agar bisa menjadi generasi bangsa Indonesia yang baik,” terang Dony.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *