Ternyata Israel Punya Kantor Kedutaan Rahasia di Bahrain Selama 11 Tahun

  • Whatsapp
Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid al-Zayani (kanan) dan kepala penasihat keamanan delegasi Israel Meir Ben Shabbat, bertemu setelah upacara penandatanganan yang dihadiri oleh Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin (belakang), di ibu kota Bahrain, Manama, pada 18 Oktober, 2020. (Foto oleh AFP)

INDOPOLITIKA.COM – Selama lebih dari satu decade lamanya, Israel dilaporkan telah menjalankan misi diplomatik rahasia di Bahrain, melalui perusahaan terdepan yang terdaftar sebagai perusahaan konsultan komersial, sebelum pejabat Bahrain dan Israel menandatangani hubungan diplomatik bilateral secara resmi.

Situs berita American Axios melaporkan bahwa keberadaan kedutaan rahasia tetap di bawah perintah bungkam oleh rezim Israel selama 11 tahun.

Berita Lainnya

Laporan itu menambahkan bahwa sebuah perusahaan yang sebelumnya bernama “Pusat Pembangunan Internasional” digunakan sebagai garis depan untuk misi rahasia, dengan diplomat berkewarganegaraan ganda yang menjabat sebagai pemegang saham, yang mempromosikan ratusan kesepakatan bisnis antara perusahaan Israel dan Bahrain, sementara mereka bertugas sebagai komunikator antara rezim Tel Aviv dan Manama.

Ide untuk misi rahasia tersebut berawal dari negosiasi pada 2007-2008 antara menteri luar negeri Israel saat itu Tzipi Livni dan timpalannya dari Bahrain, Khalid bin Ahmed Al Khalifah, menurut laporan itu.

Keputusan untuk membuka kantor tersebut diambil pada tahun 2009, tak lama setelah Qatar memerintahkan penutupan kantor perdagangan Israel di Doha dengan latar belakang serangan militer yang kejam oleh militer Israel terhadap orang-orang Palestina di Jalur Gaza yang terkepung.

Pusat Pengembangan Internasional menawarkan pemasaran, promosi komersial dan layanan investasi, menurut dokumen lokal. Perusahaan mengubah namanya pada tahun 2013, tetapi nama saat ini tidak diungkapkan karena alasan keamanan.

Laporan tersebut menyebut diplomat Israel yang bertugas di front company sebagai Brett Jonathan Miller, seorang warga negara Afrika Selatan yang kemudian diangkat pada 2013 sebagai konsul jenderal Israel di kota pelabuhan Mumbai, India.

Kemudian Ido Moed, seorang warga negara Belgia yang sekarang menjabat sebagai koordinator dunia maya di kementerian luar negeri Israel dan Idan Fluss, seorang warga negara Inggris yang sekarang menjabat sebagai wakil direktur jenderal ekonomi kementerian luar negeri Israel.

“Semua diplomat Israel memiliki cerita sampul, didukung oleh profil LinkedIn yang tidak meyakinkan,” lapor Axios.

Pada sebuah upacara di Manama pada Minggu malam, para pejabat Bahrain dan Israel menandatangani komunike bersama untuk membangun hubungan diplomatik penuh. Rezim Manama dan Tel Aviv sekarang diharapkan untuk membuka kedutaan. [ind]

Sumber: Presstv

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *