Ternyata! Pegawai KPK yang Pernah Periksa Pelanggaran Etik Firli Bahuri Ikut Dinonaktifkan

  • Whatsapp
Ketua KPK Firli Bahuri

INDOPOLITIKA.COM – Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko mengungkapkan bahwa pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pernah memeriksa pelanggaran etik yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri, ternyata juga dinonaktifkan.

Hal itu diungkap oleh Sujanarko saat berbincang di kanal YouTube Haris Azhar. Namun Koko tak merinci dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Filri yang saat proses pemeriksaan etik itu berjalan, Firli masih menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK.

Berita Lainnya

“Yang dulu memeriksa (dugaan etik Firli) direktur PI-nya (Pengawasan Internal) namanya Herry Muryanto, dan sekarang sudah menjadi deputi (PIPM-Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat) dan itu masuk ke 75 pegawai itu,” kata pria yang karib disapa Koko, dikutip, Rabu (12/5/2021).

Diketahui, Firli sempat menjalani pemeriksaan etik saat menjadi Deputi Penindakan KPK. Firli diperiksa karena bertemu dengan mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Padahal, saat itu KPK sedang menyelidiki dugaan korupsi kepemilikan saham PT Newmont yang melibatkan Pemprov NTB.

Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, itu bahkan telah dijatuhi sanksi etik atas pertemuannya dengan TGB. Namun sebelum sanksi dijatuhkan, Firli ditarik kembali ke institusi asalnya Polri.

Setelah kembali ke lembaga antirasuah dan menjadi Ketua KPK, Firli diketahui menerima sanksi etik dari Dewan Pengawas KPK. Firli menerima sanksi etik karena bergaya hidup mewah lantaran menggunakan helikopter dalam perjalanan pribadinya di Sumatera Selatan.

Menurut Koko, Herry Muryanto merupakan salah satu pegawai KPK yang memiliki jabatan tinggi, yakni Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) yang dinonaktifkan oleh Firli.

“Dia yang paling tinggi jabatannya sekarang,” ungkap Koko. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *