Terpilihnya Airlangga Berpotensi Lahirkan Parpol Baru Sempalan Golkar

  • Whatsapp
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

INDOPOLITIKA.COM – Airlangga Hartarto sah terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Golkar Periode 2019-2024, dalam Sidang Paripurna VI, Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta pada Rabu malam, (04/12).

Meski sebelumnya, sejumlah kader Golkar melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, lantaran dinilai tak becus memimpin Golkar. Selain mosi tidak percaya, Airlangga juga sempat digoyang petisi rakyat untuk menilai kepemimpinan Airlangga.

BACA JUGA:

Menanggapi hal tersebut, Peneliti Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah bahwa, bagaimana pun juga Airlangga terbukti berhasil membawa Golkar di posisi kedua, meski dalam kondisi tidak stabil.

“Airlangga Hartarto terbukti berhasil membawa Golkar di posisi kedua meskipun dalam kondisi yang tidak stabil, terlebih iklim politik momentum Munas ini, ada semacam kesegaran Golkar untuk jauh lebih baik,” kata Dedi, saat ditemui Indopolitika.com, di Jakarta Pusat, pada Minggu, (08/12/2019).

Kesegaran itu menurut Dedi, bisa dilihat dari itikad baik Bambang Soesatyo (Bamsoet), yang lebih mengundurkan diri dibanding menghadapi Munas dengan ekses.

“Kondisi ini menandai soliditas Golkar. Jika Airlangga Hartarto berhasil menggabungkan  semua kekuatan, maka Golkar bukan tidak mungkin mengajukan kader sendiri untuk Pilpres 2024,” ucapnya.

Ketika disinggung, bagaimana seharusnya para kader yang bertentangan itu bersikap setelah kembali terpilihnya Airlangga. Dedi dengan menegaskan bahwa, itulah titik balik Golkar.

Yang mana, periode-periode sebelumnya, Golkar selalu dihadapkan pada dua kondisi, yakni kontestasi dan Munas tandingan.

“Dengan pengalaman itu, Bamsoet juga Airlangga sadar jika sampai ekses internal tetap dibawa dalam kontestasi, bukan tidak mungkin Golkar kembali melahirkan Parpol baru,” ungkapnya.

Dengan aklamasinya Airlangga, Dedi menjelaskan, bahwa sebenarnya bisa kita baca jika kader mulai menerima kesatuan dan soliditas Golkar.

“Parpol ini unik, meskipun terbuka, tetap saja para senior sangat berpengaruh. Untuk itu, konci soliditas Golkar ada pada tokoh-tokoh kuncinya,” pungkasnya.[rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *