Hasil Penyidikan Kasus Pembunuhan Yang Jasad Korbannya Dibakar Di Sukabumi

Tersangka AK Sempat Ajak Korban Pupung Indehoy Dulu Di Kamar

  • Whatsapp
Aulia Kusuma, pembunuh suami dan anak tiri diperlihatkan polisi.

INDOPOLITIKA- Kepolisian intens mendalami kasus pembunuhan ayah dan anak yang dibakar di Sukabumi. Dari hasil penyidikan Polres Sukabumi, ternyata Aulia Kesuma alias AK mengaku, sebelum membunuh suaminya Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili, dia mengajak suaminya itu indehoy alias berhubungan intim terlebih dulu di kamar.

“Namun sebelum melakukan hubungan suami istri, AK menyajikan jus yang sudah dicampur bubuk obat tidur berdosis tinggi terlebih dulu kepada korban Edi Chandra. Minumnya di ruang tamu sebelum masuk ke kamar,” kata Nasriadi.

Baca Juga:

Setelah melakukan hubungan suami istri, Pupung Purnama melakukan Yoga seperti kebiasaannya sebelum tidur. Namun, karena efek dari obat tidur, korban tertidur di lantai dengan posisi terlentang.

“AK memastikan Edi apakah tidur pulas apa belum. Setelah diyakini pulas, sekitar pukul 21.30 WIB, AK memanggil si SG sama AG (eksekutor) untuk masuk ke ruangan tersebut. Nah di situ lah dilakukan eksekusi terhadap Edi Chandra dengan cara dibekap dengan handuk yang sudah dibauri dengan alkohol, tangan dipegang dan sebagainya sampai diyakini korban meninggal dunia,” kata Nasriadi.

Setelah itu, para eksekutor bergegas kembali bersembunyi di garasi menunggu perintah dari AK yang menunggu kedatangan korban kedua yakni anak tiri AK, M Adi Pradana alias Dana (23) yang pergi ke luar rumah.

“Sebelum Dana pulang, datanglah saudara KL anak kandung AK. AK mengatakan kepada KL bahwa Edi Chandra telah diselesaikan, tinggal menunggu Dana,” cerita Nasriadi.

Dia menerangkan bahwa ketika Dana pulang, pemuda 23 tahun itu langsung menuju kulkas mengambil jus yang telah ditaburi dengan obat tidur. Kemudian Dana dibunuh pada pukul 24.00 WIB oleh para eksekutor dibantu Aulia Kesuma dan KV.

Pembunuhan ini telah direncanakan AK dan keempat eksekutor pada tanggal 22 Agustus 2019. Eksekusinya dilakukan pada tanggal 23 Agustus 2019. Dua korban, Edi Candra Purnama dan Mohamad Adi Pradana alias Dana dilumpuhkan dan dieksekusi di kediamannya di Lebak Bulus Jakarta.

Terkait pemilihan lokasi pembakaran jasad kedua korban di Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Nasriadi mengatakan pelaku terinspirasi karena pernah melewati lokasi itu saat mengantarkan Dana ke sebuah pesantren di Sukabumi.

Saat itu di tengah perjalanan, AK membeli sebuah bensin satu liter. Di TKP, AK menyerahkan kepada anaknya KV untuk membakar mobil berisi jasad korban. Namun KV sendiri malah ikut terbakar, akhirnya AK langsung meninggalkan lokasi untuk mengantarkan KV ke Rumah Sakit Pertamina di Jakarta.

Mobil berisi dua mayat yang terbakar itu pun diketahui pada Minggu (25/8/2019) di Kampung Cipanengah Bondol, RT 01/04 Desa Pondok Kaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Sementara dua eksekutor berinisial SG dan AG berhasil ditangkap tim gabungan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya di wilayah Lampung.

Nasriadi membeberkan persoalan utang piutang yang menjerat AK diduga menjadi motif utama AK hingga akhirnya tega membunuh suami dan anak tirinya itu. AK ingin menguasai seluruh harta Pupung untuk membayar utangnya di sejumlah bank yang totalnya mencapai Rp 10 miliar.

“Di bank A tersangka punya utang Rp 7 miliar, di bank B tersangka memiliki utang Rp 2,5 miliar dan tersangka juga memiliki utang kartu kredit sebanyak Rp 500 juta. Sehingga total utang si tersangka ini adalah Rp 10 miliar,” pungkas Nasriadi. [sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *