Tersangka “Bom Ketapel” Gunakan Sandi Mirror saat Berkomunikasi di Grup WA

  • Whatsapp
Polda Metro Jaya merilis enam tersangka yang diduga hendak menggagalkan pelantikan Presiden, Minggu (20/10).

INDOPOLITIKA.COM – Anggota grup WhatsApp yang diamankan polisi soal dugaan menggagalkan pelantikan Presiden – Wakil Presiden, ternyata memiliki sandi tersendiri dalam melakukan komunikasi dalam grup tersebut. Sandi mirror.

“Komunikasi dalam grup WhatsApp tersebut diketahui juga menggunakan sandi mirror,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, kepada wartawan, Senin (21/10).

Baca Juga:

Lanjut, Argo, sandi ini tujuanya agar orang lain tidak bisa membaca dan memahami isi percakapan mereka. Sandi mirror artinya mengganti huruf dalam keyboard handphone yang seolah-olah merupakan hasil proyeksi cermin. “Misalnya, mengganti huruf A menjadi huruf L, mengganti huruf Q menjadi P, mengganti huruf E menjadi I dan sebagainya,” jelas Argo lagi.

Soal percakapan dalam grup ini, umumnya, sambung Argo, informasi hoaks yang diperoleh dari berbagai sumber yang begitu saja dipercaya para anggota dalam grup wa ini, termasuk dipercaya juga oleh enam tersangka yang diamankan itu.

Mereka membicarakan tentang komunis yang sudah begitu pesat perkembanganya di Indonesia. “Anggota grup di-brainwash bahwa komunisme sedang berkembang di Indonesia,” jelasnya.

Informasi soal komunisme itu, kata Argo, mulai dari polisi China, Tenaga Kerja Asing (TKA) China, hingga anggapan bahwa orang China mulai menguasai pemerintahan. “Tersangka FAB bergabung dalam grup dan meyakini komunis semakin berkembang,” tuturnya.

Disampaikan Argo, para tersangka mengaku juga tak pernah melakukan pengecekan terhadap informasi yang tersebar di grup itu. “Kita dari polisi nanya kenapa kamu enggak konfirmasi, ngecek berita asli ini dengan koran yang ada, portal-portal resmi ya, jadi mereka hanya disarankan bekalnya dari WhatsApp atau Facebook,” tuntasnya.

Polda Metro Jaya menangkap enam tersangka kasus perencanaan peledakan dengan ‘bom ketapel’ saat pelantikan presiden-wakil presiden. Enam tersangka berinisial SH, E, FAB, RH, HRS, dan PSM merencanakan pelemparan ‘bom ketapel’ ke Gedung DPR yang menjadi lokasi pelantikan.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *