Tersangka Suap! Kekayaan Walikota Ambon Naik Rp 8 Miliar Sejak Menjabat, Sekarang?

Walikota Ambon Richard Louhenapessy/net

INDOPOLITIKA.COM – Walikota Ambon Richard Louhenapessy resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap izin usah ritel. Ia diduga menerima Rp 500 juta untuk mengeluarkan izin pembangunan 20 gerai minimarket Alfamidi.

Menurut KPK, Richard juga diduga menerima sejumlah dana dari berbagai pihak sebagai bentuk gratifikasi. Usai ditetapkan sebagai tersangka, KPK pun menahan Richard bersama Andrew di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK pada gedung Merah Putih dan Andrew ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1. Sementara satu tersangka lagi yakni staf minimarket Amri masih buron.

Bacaan Lainnya

“Tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan tersangka untuk masing-masing selama 20 hari pertama,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/5/2022).

Harta kekayaan Richard

Richard pertama kali menjabat sebagai Walikota Ambon tahun 2011-2016 dan setelahnya terpilih kembali untuk masa jabatan 2017-2022.

Sejak menjabat Walikota Ambon selama dua periode, kekayaan Richard terbilang kenaikanya cukup fantastis. Mencapai Rp 8 miliar. Pada periode 2020 naik hampir Rp 3 miliar dalam kurun waktu satu tahun.

Tercatat, kekayaannya yang dilaporkan ke KPK pada 31 Desember 2019 sebesar Rp 9.811.567.348. Kekayaan Richard di tahun 2019 itu meningkat lebih dari 2 kali lipat dibandingkan tahun 2016.

Situs e-LHKPN mencatat, harta kekayaan yang dilaporkan Richard pada 29 September mencapai Rp 4.748.008.191. Sementara, di awal Richard menjabat sebagai Walikota Ambon, hartanya sebesar Rp 4.459.313.330. Artinya, selama menjabat sebagai walikota Ambon 2 periode sejak 2011-2022, harta kekayaan Richard naik sekitar Rp 8 miliar.

Orang nomor satu di Ambon itu tercatat sampai kini memiliki total harta Rp12.495.832.265 berdasarkan LHKPN terbarunya. [Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.