Terungkap, Ini Peran Mantan Menag Lukman Hakim Dalam Kasus Suap Bos PPP

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Saksi-saksi di persidangan perkara suap mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Romi, pelan-pelan mengungkap peran mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam perkara tersebut.

Saksi Nur Kholis dalam persidangan mengungkapkan, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin disebut meminta panitia seleksi untuk menempatkan Haris Hasanuddin di posisi tiga besar dalam proses penilaian penjaringan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Baca Juga:

Nur Kholis mengatakan Lukman Hakim Saifuddin yang kala itu menjabat menteri agama disebut hanya berwenang memilih dari tiga kandidat teratas hasil seleksi pansel. Sebelumnya, Haris berada pada posisi ke empat.

Nur Kholis menceritakan, sebelum menggelar rapat pleno ketiga untuk menentukan urutan tiga besar yang nantinya akan diserahkan ke pejabat kepegawaian, ia didampingi kepala biro kepegawaian menghadap pimpinan. Di situ ia melaporkan satu per satu ke Menteri Agama Lukman Hakim saat itu.

“Untuk konteks Jawa Timur, kemudian saya sebutkan, empat orang ini dan Haris ada di posisi keempat. Beliau memerintahkan saya untuk meloloskan Haris,” ungkap Nur Kholis saat bersaksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi suap jabatan di Kemenag dengan terdakwa Romahurmuziy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/11).

Mendengar keterangan itu, Ketua Majelis Hakim Fahsal Hendri lantas menanyakan apakah yang dimaksud ‘beliau’ adalah Menteri Agama yakni Lukman Hakim Saefuddin. Saksi Nur Kholis pun membenarkan.

“Apa dibilang?” tanya hakim Fahsal lagi.

“Agar [Haris] diloloskan, agar dimasukkan tiga besar,” jawab Nur Kholis.

Menurut Nur Kholis, Lukman saat itu mengungkapkan alasan memilih Haris dengan dalih calon tersebut sudah lebih dikenal dan mengetahui rekam jejak kinerjanya saat menjadi Plt Kanwil Jawa Timur.

Haris mestinya tak lolos karena pernah tersangkut hukuman disiplin. Sementara salah satu syarat untuk mendaftar sebagai Kakanwil adalah tidak pernah dijatuhi sanksi. Namun berkas administrasi Haris tetap lolos. Setelah menjalani seleksi, Haris lantas ada di urutan ke-empat.

Saksi Nur Kholis menganggap Lukman selaku menteri agama seharusnya mengetahui perihal sanksi disiplin yang dijatuhkan kepada Haris.

“Kalau dengan laporan surat KASN mestinya (Menag Lukman) tahu, tapi tetap. Tanggapan beliau tetap, (menginginkan) Haris. Karena kenal, tahu perform dan sudah jadi Plt,” terang dia lagi.

Sepengetahuan Nur Kholis, perintah untuk memasukkan Haris dalam tiga besar kandidat Kakanwil Jatim murni dari Lukman selaku menag. Ia pun mengklaim tak mengetahui muasal instruksi Lukman tersebut.

“Ada pesan khusus lagi (dari Menag)? tanya Hakim Fahsal.

“Tidak ada,” tegas Nur Kholis.

“Seumpama, dari Ketua Umum PPP?” kata Hakim Fahsal lagi.

“Tidak ada. Seingat saya tidak ada,” jawab Nur Kholis.

Setelah perintah tersebut, Nur Kholis mengaku lantas berkomunikasi secara informal dengan satu per satu anggota panitia seleksi. Ia mengatakan menyampaikan instruksi Menag Lukman Hakim dan mengupayakan agar Haris masuk ke peringkat tiga besar.

“Saya mengikuti, karena yang di-maui pimpinan saja. Karena saat berdiskusi, kalau tidak diikuti maka risikonya kerja Pansel akan sia-sia, karena akan ditolak [hasil pansel],” kata dia.

Sekadar informasi, dalam perkara ini Romi didakwa menerima suap terkait jabatan di Kemenag. Romi disebut meminta Lukman mengangkat Haris sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *