Tetap Dikenakan Wajib Lapor, Polri Tangguhkan Penahanan Muhammad Arsyad

  • Whatsapp
Mabes PolriMabes Polri memperlihatkan profil Muhammad Arsyad, tersangka pencemaran nama baik Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (29/10/2014).

Muhammad Arsyad, tersangka penyebar foto porno Preside  sepertinya bisa sedikit lega. Sebab penagguhan tahanan pemuda 23 tahun itu dikabulkan Mabes Polri. Dia pun dikenakan wajib lapor. Arsyad harus melapor sambil menunggu proses hukumnya berjalan.

“Yang bersangkutan itu tetap ada semacam kegiatan wajib lapor ke penyidik, sambil menunggu proses hukum,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar, Senin (3/11).

Bacaan Lainnya

Boy menambahkan, penangguhan penahanan beda dengan penghentian penyidikan. Kasus ini pun bukan delik aduan. Karenanya, meskipun sudah ditangguhkan proses hukum kasus ini tetap berjalan. “Bedanya cuma tidak ditahan saja,” kata dia.

Boy menyatakan, jika di dalam pelaksanaan masih ada keterangan tambahan yang diperlukan penyidik, maka Arsyad harus siap. Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang tusuk sate itu ditangkap setelah menyebarkan foto sepasang laki-laki da perempuan berhubungan badan. Nah dua wajah orang itu diganti wajah Jokowi dan Ketum PDIP Megawati Soekarno.

Gambar seronok itu lantas diunggah ke akun facebook miliknya. (jp/ind)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *