Teten Ajak Sarjana Pengangguran Jadi Reseller Produk UMKM

  • Whatsapp
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat meninjau langsung call centre Kemenkop dan UKM, kemarin.

INDOPOLITIKA.COM – Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tengah disiapkan pemerintah sebagai salah satu bantalan ekonomi untuk mencegah meledaknya angka pengangguran di Indonesia, yaitu sarjana-sarjana yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, bisa menjadi penjual produknya.

Dengan menjadikan para sarjana yang tidak terserap pasar tenaga kerja saat ini maupun yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak mereka sebagai penjual produk-produk UMKM.

Bacaan Lainnya

Meski menurutnya UMKM mampu bertahan dari tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona atau Covid-19, karena memanfaatkan ekosistem digital yang sudah ada. Namun, tidak semuanya mampu memahami mekanisme pemasaran digital.

“Jadi kita butuh reseller, perantara yang bisa jualan produk UMKM di e-commerce. Banyak orang di PHK, banyak lulusan sarjana enggak keserap sekarang, itu bisa kita latih jadi reseller produk-produk UMKM, ini akan bantu,” jelas Tetan, Rabu (24/6/2020).

Menurut dia, yang menjadi kendalam UMKM saat ini adalah tidak adanya struktur bisnis yang jelas. Sebab, seluruh proses bisnis yang dijalankan bergantung kepada pemilik. Tidak terdistribusi sebagaimana perusahaan besar.

“Merespons permintaan konsumen ini rendah karena di UMKM sama dengan perusahaan besar, banyak CEO nya. Tapi kalau di UMKM itu istilahnya Chief Everything Officer, jadi enggak bisa semua UMKM online,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam sebuah diskusi virtual, Teten menyatakan, para pelaku UMKM perlu mendapat bantuan dari pemerintah. Sebab, jika dibiarkan, maka angka kemiskinan dan pengangguran akan bertambah.

“Kalau UMKM tidak tertolong maka angka kemiskinan, angka pengangguran akan semakin besar,” ujarnya, Selasa (23/6/2020).

Menurut Teten, para pelaku UMKM ini memiliki peranan penting bagi perekonomian negara. Bagaimana dari pengusaha yang ada di Indonesia 99% merupakan para pelaku UMKM.

“Paling terdampak itu UMKM dan kita tahun pasti dampaknya akan besar karena 99% pelaku usaha di Indonesia itu UMKM. Hanya 1% yang usaha besar,” ucapnya.

Pentingnnya UMKM bagi perekonomian bahkan sudah terbukti pada krisis keuangan yang terjadi 1998 silam. Para pelaku UMKM menjadi penyelamat ekonomi nasional dengan kenaikan ekspor hingga 35%.

“Berbeda memang pada tahun 1998 saat itu ketika terjadi krisis financial, justru UMKM menjadi pahlawan ekonomi nasional, bahkan ekspornya naik 35%,” jelasnya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *