Teten Masduki Pegiat Anti Korupsi Yang Hilang Setelah Berada di Istana

  • Whatsapp
Menteri UKM Teten Masduki

INDOPOLITIKA.COM- Presiden Jokowi menunjuk Teten Masduki menjadi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam Kabinet Jokowi- Ma’ruf periode 2019-2024.

Dipilihnya Teten oleh Jokowi ini tentunya sudah melalui pertimbangan Presiden. Jauh sebelum masuk dalam pemerintahan periode pertama Jokowi pada 2014 lalu, Teten dikenal sebagai pegiat korupsi Indonesia Corruption Watch (ICW).

Baca Juga:

Saat Teten memengang peranan penting di ICW, sebagai pimpinan tertinggi ICW, dirinya dan kawan-kawan ICW berhasil membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung pada pemerintahan BJ Habibie, Andi M. Ghalib. Inilah kali pertamanya dalam sejarah sebuah lembaga korupsi ICW bisa membawa petinggi di kejaksaan ke pengadilan.

Berkat kasus besar yang telah dibongkarnya itu, Teten dianugrahi Suardi Tasrif Award 1999. Lama berkiprah menjadi pegiat anti korupsi, tahun 2012 Teten melebarkan sayapnya terjun ke dunia politik.

Saat itu, pilihan politik Teten jatuh pada Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP). Teten mencalonkan diri sebagai wakil Gubernur mendampingi Rieke Diah Pitaloka pada pilkada Jawa Barat 2013. Mereka diusung oleh PDIP dengan nomor urut 5.

Sayangnya, akhir dari sebuah perjuangan kemenangan tidak bisa membawa pasangan Rieke dan Teten menjadi orang nomor satu di Jawa Barat. Mereka gagal menjadi pemenang Pilkada. Mereka hanya berhasil maraup suara di urutan kedua dari lima pasang calon peserta pilkada.

Menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat boleh kalah. Tapi justru karir politik Teten semakin melesat. Sejak kekalahannya di Pilkada Jawa Barat. Angin justru membawa Teten masuk dalam lingkaran Istana Presiden.

Pada tanggal 2 September 2015, Teten didapuk menjadi Kepala Staff Kepresidenan menggantikan posisi Luhut Binsar Panjaitan. Luhut meninggalkan jabatan lamanya karena ditunjuk oleh presiden Jokowi menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, (Menkopolhukam).

Kenapa Teten yang dipilih? Sebab pada pemilihan presiden 2014 lalu, Teten masuk dalam tim suksesi pemenangan Jokowi- JK. Teten menempati posisi sebagai Tim Relawan Jokowi dari kalangan aktifis. Jadi pantas saja, Teten mendapatkan posisi sebagai kepala Staff Kepresidenan.

Suara sumbang pun sempat terdengar Tatkala Teten di istana tidak membawa perubahan khususnya di bidang korupsi. Di Istana, Teten dianggap tidak memiliki pengaruh pada upaya pemberantasan korupsi. Meski Teten memiliki rekam jejak yang sangat bagus selama menjadi pegiat anti korupsi pada masa nya.

Berada di dalam lingkaran Istana power seorang Teten Masduki yang dahulu dikenal sebagai aktivis pegiat korupsi hilang bersama dengan kepentingan-kepentingan pribadinya.

Sindiran keras pernah dilontarkan oleh sahabat ICW. Lewat akun Istagram @sahabatICW, ICW menyindir para aktivis dan pegiat korupsi yang berada di dalam lingkaran Istana itu telah menghilang.

Sindiran itu pun tak juga mampu untuk membawa Teten kembali menjadi aktifis pegiat anti korupsi seperti beberapa tahun lalu. Bahkan, bisa dibilang, Pilihan Teten pada 2012 lalu untuk masuk PDIP sudah sangat tepat bagi perbaikan hidup Teten. Karir politiknya terus berkembang seiring dengan terpilihnya Presiden Jokowi untuk kedua kalinya memimpin Indonesia.

Pagi tadi, Teten sudah resmi menjabat sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) itu artinya Teten pemegang kebijakan tertinggi di  Kementerian yang ia gawangi saat ini.

Teten Masduki lahir di Garut, Jawa Barat, pada 6 Mei 1963. Teten terlahir dari keluarga petani yang masa kecilnya ia habiskan di Kecamatan Baluburan, Limbangan, Garut, Jawa Barat.

Setamat dari SMAN Garut, Teten kuliah di IKIP Bandung mengambil jurusan Kimia. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) Teten memang sudah memiliki kesadaran terhadap masalah-masalsah sosial. Saat Kuliah, Teten sering ikut kelompok-kelompok diskusi, mempelajari teori-terori dari yang kiri sampai kanan. Sekitar tahun 1985, Teten ikut aksi demonstrasi membela petani Garut yang tanahnya dirampas.

Teten juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) periode 2017-2022. [pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *