Internasional

Tidak Ada Warga Malaysia Jadi Korban Gempa di Donggala

Sebuah bangunan pusat perbelanjaan yang roboh akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 28 September 2018. (Foto: Antara/Foto Terbit/BNPB-Sutopo Purwo N)

Kuala Lumpur: Gempa berkekuatan 7,7 skala yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat 28 September 2018, menyita perhatian dunia. Gempa yang terjadi hingga empat kali itu bahkan menyebabkan tsunami di wilayah Palu.

Baca: Jenazah Tsunami Palu Mulai Ditemukan

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah meminta warga Negeri Jiran di wilayah terkena bencana harap waspada. Meski demikian, imbuh dia, sejauh ini tak ada warga Malaysia yang menjadi korban.

"Kementerian Luar Negeri ingin menyatakan bahwa tidak ada rakyat Malaysia yang dilaporkan mengalami luka-luka atau secara langsung terkena dampak bencana," kata Saifuddin dalam pernyataan Kemenlu Malaysia, Sabtu 29 September 2018.

Dia mengimbau agar warga Malaysia di Indonesia, khususnya di Sulawesi, untuk terus tenang dan mengikuti perkembangan berita setempat.

Kemenlu Malaysia juga membuka hotline darurat untuk warga Malaysia yang membutuhkan bantuan di nomor +62 813 8081 3036 atau email mwjakarta@kln.gov.my atau jkonsular@gmail.com.

Gempa berulang-ulang menggoyang Donggala dan Palu, dengan yang terkuat 7,4 Skala Richter (SR). Gempa tersebut memicu tsunami setinggi sekitar 1,5 meter di wilayah Palu. 

Data sementara menyebut gempa membuat satu warga tewas, sementara 10 lainnya terluka. Sementara Rumah Sakit Umum Daerah Sulawesi Tengah melaporkan terdapat 30 korban jiwa akibat tsunami.

Kerusakan materi belum bisa didata, karena akses dan komunikasi terputus. Bandara di Palu juga untuk sementara masih berhenti beroperasi.

Pemerintah telah menyerukan pengerahan seluruh sumber daya untuk membantu Donggala dan Palu.

 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close