Internasional

Tidak Diizinkan Berlabuh, Kapal Imigran Telantar di Laut

Kapal Aquarius meninggalkan pelabuhan Marseille, Prancis, 1 Agustus 2018. (Foto: AFP/BORIS HORVAT)

Tripoli: Kapal penyelamat bernama Aquarius telantar di tengah Laut Mediterania usai menyelamatkan 141 imigran. Kapal tersebut tidak diizinkan berlabuh oleh sejumlah negara Eropa.

Awak kapal Aquarius mengaku telah berlayar di lautan selama lebih dari dua hari tanpa ada kepastian dapat berlabuh.

Medicins Sans Frontieres (MSF) dan SOS Mediterranee, dua organisasi yang bersama-sama mengoperasikan Aquarius, mengaku sudah menghubungi otoritas Italia, Malta, Tunisia, dan Libya usai menyelamatkan 141 imigran pada Jumat kemarin. 

Tetapi keempat negara tersebut menolak memberikan izin berlabuh.

Sebagian besar imigran yang ada di Aquarius berasal dari Somalia dan Eritrea. Kondisi umum para imigran dikabarkan lemah, termasuk 67 anak di bawah umur yang tidak didampingi keluarga.

"Hal terpenting adalah mereka yang selamat dapat dibawa ke tempat aman sesegera mungkin, agar kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhni," kata Nick Romaniuk, Koordinator Pencarian dan Penyelamatan untuk SOS Mediterranee, seperti dilansir dari Telegraph, Senin 13 Agustus 2018.

Kedua organisasi itu mengaku sempat berpapasan dengan lima kapal yang tidak mau mengulurkan bantuan. Sikap kelima kapal tersebut diduga merupakan imbas dari larangan Italia dalam menerima imigran gelap.

Aquarius berada di tengah kebuntuan diplomatik pada Juni lalu, ketika Italia dan Malta sama-sama menolaknya untuk berlabuh. Kapal itu sempat terombang-ambing di laut dengan 630 imigran selama lebih dari sepekan, sebelum akhirnya dapat berlabuh di kota pelabuhan Spanyol, Valencia.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close