Tidak Hanya Acungkan Pistol dan Ngaku Aparat, Pengemudi Fortuner Koboi Juga Ancam Bunuh Warga

  • Whatsapp
Pengendara Fortuner koboi. Foto: instagram@merekamjakarta.

INDOPOLITIKA.COM – Aksi koboi jalanan pengemudi Fortuner bernama Muhammad Farid Andika alias MFA yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan ternyata tidak hanya menodongkan pistol kepada warga usai menabrak pemotor.

Berdasarkan pengakuan korban yang ditabrak pelaku, Novia Afra Afifah (20), ia juga ternyata mengancam mau membunuh warga. Bahkan ia memamerkan dirinya adalah seorang aparat.

Berita Lainnya

Diceritakan Novia, awalnya dia enggan mempermasalahkan usai ditabrak MFA. Namun, pelaku justru marah dan menodongkan senjata. “Awalnya aku enggak permasalahin ditabrak. Maksudnya (pelaku) minggir, minta maaf aja. Enggak apa-apa. Cuma dianya marah-marah dan nodong pakai pistol,” ujar Novia di Mapolresto Jakarta Timur, dilansir dari Tribun Jakarta, Sabtu (3/4/2021).

MFA, menurut Novia, berusaha bikin mundur massa yang mengerubungi kendaraannya dengan senjata. Sebab, pelaku sendiri tidak mau meminggirkan kendaraannya. “Dia (MFA) kan nodong senjata. Terus pada kayak teriak-teriak, suruh dia cabut. Daripada ramai. Karena dia juga enggak mau minggir. Nutupin jalan lampu merah,” papar Novia.

Warga sekitar, dijelaskan Novia, pun mundur sehingga pelaku sempat meninggalkan lokasi. Akan tetapi, MFA kembali ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk menantang dan mengancam warga. “Reaksi warga langsung mundur dan dibilangin minggir. Enggak lama dia pergi dan putar balik kembali, nantangin warga untuk nonjokin dia,” kata Novia.

MFA bahkan mengaku sebagai aparat saat kembali untuk mengancam warga. “Dia puter balik, nanya siapa yang teriak-teriak suruh dia putar balik. Dia sempat mengaku aparat, sampai bilang ‘Lo semua enggak tau gua anggota?’, gitu dia bilang,” ucap Novia.

“Pelaku sempat ngancam dan bilang: ‘Lo semua gua bunuh ya? Lo enggak tahu siapa gua kan? Gua tuh anggota’,” tambahnya.

Para pengendara, diuraikan Novia lagi, tampak tidak mau meladeni MFA sampai pelaku pergi meninggalkan lokasi. “Warga itu enggak terima karena sikap dan kata-kata dia itu. Akhirnya didiemin saja,” kata Novia.

Terkait kerugian yang diderita, Novia menjelaskan bahwa ia hanya mengalami memar di pinggang dan motornya cukup rusak. Dia juga hanya ingin mengikuti proses hukum ketimbang mengajukan tuntutan. “Aku cuma memar aja di pinggang. Motor rusak, tapi enggak terlalu parah. Tuntutan? Yang penting ditindaklanjuti saja,” pungkasnya. [ind]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *