Pilpres

Tidak Lepas Jabatan Plt. Gubernur Banten, Rano Karno Tidak Jantan

Indopolitika.com  Rano Karno, Ketua Bidang Infokom DPP PDI Perjuangan dianggap tidak jantan jika tidak melepaskan jabatannya sebagai Plt. Gubernur Banten. Pasalnya, Rano Karno pernah berjanji akan mundur jika pasangan Jokowi-JK kalah di Banten.

“Pengunduran diri berlaku kepada semua kader PDIP. Hal ini untuk memompa semangat kader, termasuk saya sendiri,” kata Rano saat rapat internal koordinasi pemenangan pasangan Jokowi-JK di Hotel Le Dian, Kota Serang Minggu 22 Juni 2014 lalu.

Akan tetapi, Rano Karno berkilah jika ia pernah menyatakan akan mundur dari jabatannya ketika pasangan Jokowi-JK kalah suara di Banten.

“Yang bilang mundur siapa. Orang menang masa mundur. Kan menang nasional,” kata Rano, Kamis, (10/7/2014).

Menanggapi pernyataan Rano, aktifis sosial dari Banten, Haji Jajuli, mengatakan, bukan kali ini saja Rano Karno berkelit akan mundur. Sebelumnya Rano juga sering mengumbar janji untuk mundur. Pertama kali Rano sempat menyatakan niatnya mundur dari jabatan sebagai Wakil Gubernur Banten usai pelantikan tahun 2012 lalu. Sebab, tahun 2011, Banten mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dalam LHP BPK RI tahun anggaran 2011. Kemudian pernyataan kedua disampaikan Rano Karno kepada Komedian Dedi Gumelar atau Miing. Ketika itu Rano mengeluh karena merasa tidak dianggap sebagai Wakil Gubernur oleh Gubernur Banten saat itu Ratu Atut Chosiyah.

“Berarti sudah tiga kali Rano Karno mengingkari kata-katanyanya sendiri (untuk mundur dari jabatan). Dengan begitu legitimasi moralnya patut dipertanyakan,” ujar Haji Jajuli.

Haji Jajuli menyayangkan sikap Rano Karno yang sering bersesumbar tersebut. Terkait mundur atau tidak mundurnya Rano Karno dari Plt. Gubernur Banten, Haji Jajuli mengatakan, itu haknya Rano Karno. Hanya saja, lanjut Haji Jajuli, dirinya tidak mau Banten dipimpin oleh Plt. Gubernur yang arogan dan pembual.

“Yang kami tidak suka itu sesumbarnya. Menandakan dia sombong dan besar kepala. Sebelumnya sudah dua kali sesumbar mau mundur. Kami tidak suka Plt. Gubernur yg arogan dan pembual,” bebernya.

Menurut catatannya, secara umum data raihan suara pilpres 2014 di Provinsi Banten menunjukkan bahwa Prabowo – Hatta Rajasa meraih 57,37 persen. Selebihnya untuk pasangan Jokowi-JK. Akankah Rano Karno Mundur? (ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close