Internasional

Tiga Bentuk Bantuan Asing yang Diperlukan Indonesia

Seorang wanita berdiri di tengah kehancuran yang ditimbulkan gempa serta tsunami di Palu, Sulteng, 2 Oktober 2018. (Foto: AFP/JEWEL SAMAD)

Jakarta: Indonesia membuka diri terhadap bantuan negara asing untuk korban musibah gempa bumi dan gelombang tsunami di Sulawesi Tengah. Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M Fachir menyampaikan ada tiga bentuk bantuan yang dibutuhkan Indonesia.

Pernyataan disampaikan Fachir di hadapan para duta besar dan perwakilan negara sahabat di Indonesia.

"Setidaknya ada tiga bentuk bantuan yang kita sampaikan, pertama dalam bentuk barang, kedua keahlian atau jasa dan yang terakhir dalam bentuk peralatan," ucap Fachir di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin 1 Oktober 2018 malam.

Fachir mengatakan Pemerintah Indonesia telah membuka diri untuk menerima bantuan yang sudah ditawarkan. Salah satu bantuan yang menjadi prioritas adalah transportasi.

Baca: Pemerintah Jangan Malu Terima Bantuan Asing

"Karena bisa digunakan untuk mengangkut apa saja, termasuk bantuan-bantuan," imbuh dia.

Fachir mengatakan jika suatu negara menawarkan bantuan berupa uang, maka hal tersebut akan diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI). Menurut dia, PMI merupakan lembaga yang sangat diandalkan untuk menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan.

"Jadi tadi ini yang kita sampaikan, inilah yang kita perlukan. Kalau Anda mau membantu tolong beritahu kami, di bentuk yang mana. Silakan informasikan ke kami, mudah-mudahan besok sudah bisa kita konfirmasikan lagi," tukasnya.

Beberapa negara sudah menyampaikan akan memberikan bantuan berupa uang, salah satunya Arab Saudi. Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi mengatakan negaranya siap membantu Indonesia.

"Kami akan membantu lewat dana," tukasnya. Namun, dia tidak menyampaikan berapa jumlah dana yang akan diberikan.

Dari pantauan Medcom.id, sekitar 20 perwakilan asing datang ke kantor Kemenlu di Jakarta Pusat. Diantaranya adalah, Arab Saudi, India, Amerika Serikat, Vietnam, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Swiss, Hungaria dan lainnya.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close