Tiga Bulan Kepemimpinan Al Muktabar di Banten

H. Akhmad Jajuli

Untuk menjalankan kewajiban dalam satu Organisasi level Nasional dan sekaligus urusan maisyah (perdapuran) sejak tgl 25 Juli 2022 kemarin saya berkantor di Jakarta. Di tengah hiruk pikuk kehidupan Ibukota Negara, saya semakin merasakan rindu terhadap Banten dan merindukan Banten menjadi Provinsi yang terus maju, terus berkembang dan senantiasa menjadi lebih baik.

Sebagai “sumbangsih” saya kepada Kampung Halaman, berikut ini saya sampaikan sedikit “Catatan Pinggir” atas Tiga Bulan Kepemimpinan PJ. Gubernur Banten, Dr. Al Muktabar, M.Sc. (12 Mei 2022 – 12 Agustus 2022).

Meskipun tidak terlalu mengenal dekat figur Al Muktabar, saya termasuk Warga Banten yang menyambut baik Pengangkatan Beliau oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Penjabat (PJ) Gubernur Banten dengan beberapa pertimbangan : Beliau termasuk Pejabat “Perintis” yang menjadi bagian dari Tim Penyusunan Naskah APBD Banten pada masa pemerintahan PJ Gubernur H Hakamudin Djamal (pada masa Banten masih “miskin”); Telah “dua kali” menjadi Pejabat di Pemprov Banten (setelah sempat diselingi Pindah Kerja ke Kemendagri); Beliau seorang yg lama menjadi Widyaiswara (ibaratnya sebagai Guru, Resi, Pandita); Bergelar Akademik Doktor (S-3) dari Perguruan Tinggi Terkemuka di Dalam dan Luar Negeri; serta sebagai seorang “Pendatang” (lahir di Jakarta dan besar di Bengkulu) yang diharapkan tidak rikuh, tidak ewuh pakewuh dalam menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Banten.

Penilaian saya berikut ini bisa jadi jauh dari sahih mengingat kepemimpinan Beliau “baru” tiga bulan kalender, namun saya merasa perlu menyampaikan beberapa “Catatan Pinggir” ini untuk perjalanan pemerintahan Beliau —- minimum hingga 12 Mei 2023, atau bahkan bisa jadi hingga 12 Maret/Mei 2025, saat dilantiknya Gubernur dan Wagub Banten Definitif hasil Pilkada Serentak 27 November 2024 nanti.

Gaya Kepemimpinan yang “Mengganggu”

Alhamdulillah saya tertakdirkan menjadi salah seorang Warga Banten yang dapat melihat “dari dekat” gaya kepemimpinan para Pimpinan Banten mulai dari Pak H Hakamudin Djamal (yang cerdas dan lembut namun kadangkala “kesiangan masuk kerja”), Pak H Djoko Munandar (yang cerdas, kalem, jujur namun “penakut” kepada DPRD), Bu Hj. Ratu Atut Chosiyah (yang Keibuan, penuh perhatian, sangat dekat dengan Rakyat namun “kurang tegas” kepada Anggota Keluarga sendiri), Pak H Rano Karno (yang ngetop, “easy going”, hangat, namun “kurang tahu terima kasih”), Pak H Nata Irawan (orang Lampung beristeri orang Rangkasbitung, betul2 lurus sebagai Abdi Negara) serta Pak H Wahidin Halim (Cerdas, Berpengalaman di pemerintahan, relatif lurus, namun “sulit mendengar pendapat orang lain”).

Terhadap kepemimpinan Pak Al Muktabar, PJ Gubernur Banten, mulai 12 Mei 2022 kemarin, saya menyampaikan beberapa catatan sebagai berikut :
a. Perbaiki Gaya Hidup Pribadi : perbaiki potongan rambut (yg dinilai tidak lazim sebagai seorang Pejabat Tinggi), biasakan membawa Ajudan (ADC) dan Sopir pada acara2 resmi, sesekali tampilkan isteri di hadapan publik Banten (apalagi Beliau adalah seorang Guru Besar Fak Kedokteran UI), singkirkan sebentar itu “Tas Tangan” saat acara resmi serta biasakan untuk segera menunaikan janji terhadap seseorang (contoh : janji untuk menelepon atau untuk bertemu). Demikianlah yang diingatkan Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW dalam QS Al Mudatsir : “Bersihkan dulu dirimu, lalu barulah Membesarkan Allah SWT — termasuk sebelum berkiprah di tengah Umat, kepada Rakyat!”

b. Solidkan “Pasukan” : salah satu hal yang dilakukan seorang Komandan Tentara menjelang penyerangan terhadap musuh adalah mencocokkan (mengakurkan) posisi Jarum Jam seluruh Anggota Pasukan dengan Jarum Jam Komandan. Maksudnya agar detik demi detik pertempuran dijalankan sesuai perintah, sesuai rencana, sesuai target yang telah ditentukan. Jangan sampai ada seorang Anggota Pasukan yg melakukan penembakan “mendahului” perintah atau melakukan penembakan yg “terlalu lambat”. Selama tiga bulan kemarin harusnya PJ Gubernur telah memanggil dan “menyimak” segala laporan, keluhan, saran, masukan dari 42 Pimpinan OPD yang ada di Provinsi Banten.

Kesolidan OPD-OPD di Banten, konon, antara lain “terganggu” oleh langkah PJ Gubernur Banten yang telah mengajukan Perubahan SOTK Baru kepada DPRD Banten — yg antara lain akan berakibat “hilangnya” delapan OPD. Ini bukan hanya soal hitung-hitungan matematika angka “8 (delapan)” saja tapi ada implikasi2 psikologis dan sosial lainnya.

Yang seharusnya didahulukan adalah melakukan rotasi Kepala2 OPD — utamanya terhadap mereka yang telah menjabat lebih dari EMPAT TAHUN. Rotasi itu perlu dilakukan bukan hanya sebagai bentuk “penyegaran” Organisasi, juga sebagai upaya “mencairkan” blok2 pegawai antara “Kubu Atut”, “Kubu Rano”, “Kubu Wahidin.” Harus betul2 menjadi “Kubu Pemprov Banten” atau bahkan “Kubu Rakyat Banten!”

Baru kemudian ajukan SOTK Baru beriringan dengan beberapa Pimpinan OPD yang akan memasuki masa pensiun (purna bakti). Jadi tidak akan ada Pimpinan OPD yang “dipermalukan” (di-nonjob-kan).

c. Jangan mengatakan ‘TIDAK’ : PJ Gubernur itu sejatinya adalah seorang ASN/PNS namun kenyataannya dia adalah seorang Pejabat Politik yang harus tunduk kepada Peraturan Perundangan yang berlaku dan kepada “Kehendak Rakyat”. Itu sebabnya dia (bersama DPRD) memiliki Hak Legislasi dan Hak Budget (Anggaran) — termasuk Anggaran Darurat/Tidak Tersangka (Kontingensi). Maka sikapilah semua hal yang terkait dengan aspirasi masyarakat dan pegawai dengan bijaksana.

“TIDAK-nya” seorang Pejabat Politik itu harus karena terbatasnya Aturan, Waktu, Anggaran dan Kebijakan Pusat. Tidak boleh karena hanya “keengganan” atau “kemalasan” dirinya. Contoh : penanganan pegawai Honorer Pemprov Banten dan Honorer di delapan Kab/Kota, penanganan Hunian Sementara Korban Banjir dua tahun lalu di Kec Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, rencana SMAN Terbuka, dan lain-lain.

d. Jaga jarak dengan Parpol : sudah bukan rahasia lagi bahwa di balik diangkatnya Pak Al Muktabar menjadi PJ Gubernur Banten itu ada peran PDIP. Jejak digital menunjukan kehadiran H Asep Rahmatulah dan H Wahyu Jahidi mendampingi Beliau di kediaman Abuya KH Muhtadi Dimyati pada malam menjelang Pelantikan Beliau di Kemendagri keesokan harinya. Juga kunjungan Beliau ke kediaman Tokoh PDIP, H Mulyadi Jayabaya, beberapa hari setelah dilantik.

Proses dan tahapan politik itu lumrah, wajar dan dimaklumi oleh Publik Banten — mengingat petinggi Republik saat ini berasal dari PDIP. Namun ke depan — sebagai PJ Gubernur yang nota bene “masih” seorang ASN/PNS — wajib menjaga jarak yg sama dengan seluruh Parpol yg ada, utamanya yg memiliki Kursi di DPRD Banten : Gerindra, Golkar, Demokrat, PKS, PKB, PPP, PAN, Nasdem, Berkarya, Hanura serta PSI. Apabila PJ Gubernur terlalu condong kepada PDIP maka bisa jadi 11 Parpol lainnya akan mutung (pundung, purik) dan kurang mendukung atau bahkan bisa jadi menolak gagasan2 dan rencana2 PJ Gubernur Banten dan jajarannya!

Apabila ada yg bertanya mengapa “Catatan Pinggir” ini harus disampaikan secara terbuka dalam forum FaceBook ini, mengapa tidak langsung disampaikan kepada Pak Al Muktabar, ya sama sekali tidak ada maksud tidak baik kecuali hanya karena saya tidak bisa mengakses Beliau secara langsung : janji Beliau akan berkunjung ke rumah saya tidak/belum Beliau penuhi, mengundang saya ke Kantor atau ke Wisma Negara (Kediaman Resmi PJ Gubernur) juga belum pernah ada, mau menelepon langsung kepada Beliau belum punya Nomor Kontaknya — mhn dimaklumi saat lima bulan lalu Beliau melakukan Video Call (selama 20 menit) dengan saya itu menggunakan HP orang dekatnya, dan saat saya meminta Nomor Beliau kepada “Orang Dekatnya” itu sampai saat ini belum juga dipenuhi.

Sempat juga sih bertemu langsung dengan Beliau sebanyak tiga kali pada periode Mei – Juni 2022 namun hanya sekadar ‘say hello’ saja : pada acara PUB (Perkumpulan Urang Banten) di Cilegon, pada acara Halal Bihalal MUI Banten di Kantor MUI Banten, KP3B, dan pada acara KORMI Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur Banten, menjelang keberangkatan ke ajang FORNAS.

(H. AKHMAD JAJULI, Batawi, 13 Agustus 2022)

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.