Tiga Partai Dilarang Pimpin Panlih Wagub DKI

  • Whatsapp
Anies dan Cawagub

INDOPOLITIKA.COM – DPRD DKI Jakarta terus mempercepat tahapan pemilihan Wagub. Hal ini agar target awal Maret mendatang, Gubernur Anies Baswedan sudah memiliki pendamping bisa terealisasi.

Tahap krusial sudah dilewati yakni pengesahan Tatib Pemilihan Wagub dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (19/2/2020) lalu. Tahapan berikutnya adalah pembentukan Panitia Pemilihan (Panlih).

Bacaan Lainnya

“Nah ini kan semua fraksi mengirim (nama untuk menjadi Panlih) kesana, saya teken untuk mewakili semua,” kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Kamis (20/2/2020).

Prasetio menegaskan bahwa pimpinan Panlih tidak boleh berasal dari PKS atau Partai Gerindra yang merupakan parpol pengusung Anies-Sandi. Selain PKS dan Gerindra, kata Prasetio, PDIP juga dilarang menjadi ketua Panlih.

“Karena Ketua DPRD DKI Jakarta dari PDIP. Silahkan pilih ketua Panlih dari tujuh partai lain,” pungkas Prasetio.

Kendati sudah disahkan, Prasetio menilai bahwa Tatib Pemilihan Wagub belum bisa dikatakan sempurna.

“Jadi di klausul Tatib kita belum sempurna, misalnya terkait Gubernur atau Wagub berhalangan. Padahal dasar kita apa? Kan Tatib itu,” bebernya.

Terkait proses Pemilihan Wagub, Prasetio menjelaskan bahwa akan melewati tahapan Panlih. Nantinya dua Cawagub juga akan melalui proses fit and proper test terlebih dahulu.

“Saya buat terbuka, suruh menyampaikan visi misinya apa, kayak fit and proper test gitu lah. Dia (Cawagub) berpidato, kemudian nanti ditanya oleh masing-masing fraksi,” pungkasnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *