Tiga Perusahaan Jepang Relokasi Pabrik dari Tiongkok ke Indonesia

  • Whatsapp
Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto

INDOPOLITIKA.COM – Hubungan Indonesia dan Jepang tetap terjalin, meski dihadapkan pada berbagai tantangan global, termasuk pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari perdagangan bilateral dan investasi yang masuk ke tanah air.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengungkapkan, dari total tujuh perusahaan multinasional yang telah berkomitmen untuk masuk ke Indonesia, terdapat tiga perusahaan Jepang yang akan merelokasi pabriknya dari Tiongkok ke Indonesia.

Berita Lainnya

“Saya percaya kerja sama ekonomi yang kuat ini akan tetap terjalin. Baik saat ini maupun di masa yang akan datang. Bahkan akan terus meningkat yang didorong oleh pemanfaatan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) secara maksimal bagi kesejahteraan rakyat kedua negara, khususnya sebagai upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini,” ujar Airlangga pada kegiatan Indonesia-Japan Business Network (IJBNet) secara virtual Selasa (10/8/2021).

Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Jepang pada tahun 2020 mencapai 24,3 miliar USD. Selama periode 2018 hingga 2020 Jepang konsisten menduduki peringkat ke-3 sebagai tujuan ekspor utama Indonesia dengan nilai ekspor di Tahun 2020 mencapai 13,6 miliar USD. Kondisi ini terus berlanjut, dimana pada semester 1 – 2021, nilai ekspor Indonesia ke Jepang telah mencapai nilai 7,9 miliar USD.

Terkait fenomena kebijakan beberapa negara yang merelokasi pabriknya dari Tiongkok ke negara lain, perusahaan Jepang juga melakukan relokasi ke negara lain, khususnya Indonesia.

Dari sisi investasi, selama periode 2018 hingga Semester I – 2021 Penanaman Modal Asing (PMA) dari Jepang yang masuk ke Indonesia mencapai 12,9 miliar USD.

Adapun Jepang menjadi negara terbesar ke-3 PMA yang masuk ke Indonesia selama periode tersebut. Sementara itu, total proyek PMA asal Jepang selama periode tersebut mencapai lebih dari 19 ribu proyek.

Hingga paruh pertama tahun 2021, PMA asal Jepang yang masuk ke Indonesia telah mencapai 1,04 miliar USD.

Pemerintah Indonesia mengharapkan PMA asal Jepang yang masuk di Tahun 2021 akan mampu melampaui realisasi di tahun 2020 yang mencapai 2,6 miliar USD.

Membaiknya perekonomian Indonesia membawa dampak positif di sektor investasi. Dari sektor investasi, data Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 7,54 persen (year-on-year) di triwulan II-2021. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *