Tiga Poin Utama dalam Menerapkan Pendekatan Jalan Tengah

  • Whatsapp
WPF ke-7 dihadiri sekitar 250 perwakilan dari berbagai negara sahabat. (Foto:Medcom/Willy Haryono)

Jakarta: Pendekatan Middle Path atau jalan tengah dapat tumbuh dengan baik di tengah masyarakat toleran dan terbuka. Hal ini disebutkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi merupakan satu dari tiga poin utama dalam menerapkan pendekatan jalan tengah.

Berbicara dalam World Peace Forum (WPF) ke-7 di Hotel Sultan Jakarta, Selasa 14 Agustus 2018, Menlu Retno menilai tema acara kali ini — The Middle Path for the World Civilization — sejalan dengan situasi global.

Baca Juga:

"Tugas besar kita adalah menanamkan sikap toleran, adil dan keterbukaan di tengah masyarakat," ungkap Menlu Retno.

Poin kedua adalah bahwa jalan tengah harus menjadi solusi beragam masalah global. Untuk sektor ekonomi, sebut Menlu Retno, harus dibentuk sebuah sistem terbuka dan adil.

Adil yang dimaksud adalah menggandeng semua orang dari beragam elemen. "No one left behind. Ini akan memperkuat pendekatan jalan tengah kita," kata dia.

Sementara poin terakhir adalah, jalan tengah harus bisa menjadi pedoman dalam mengatasi berbagai fenomena di kancah global. Menlu Retno menyebut Indonesia menggunakan pendekatan semacam ini dalam berkontribusi terhadap perdamaian dunia.

"Saya yakin kepentingan semua negara di dunia ini sebenarnya bisa berjalan secara beriringan tanpa perlu saling menjatuhkan," ucap Menlu Retno.

Turut hadir dalam WPF ke-7 adalah cendekiawan Alwi Shihab, mantan Menlu Hassan Wirajuda dan juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin. Acara ini juga dihadiri sekitar 250 perwakilan dari berbagai negara sahabat. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *