Tim Advokasi: Laporan Dewi Tanjung Secara Tidak Langsung Menyerang Jokowi

  • Whatsapp
Arif Maulana

INDOPOLITIKA.COM – Tim advokasi Novel Baswedan menilai laporan politikus PDIP Dewi Tanjung ke Bareskrim Polri justru cenderung menyerang kerja pemerintah selama ini. Menurut tim advokasi, serangan menggunakan air keras itu telah menyebabkan kebutaan atau kerusakan mata Novel.

Bahkan, kejadian yang menimpa penyidik senior KPK itu sudah jadi perhatian serius Presiden Jokowi, Mantan Kapolri Tito Karnavian, Komnas HAM.

Baca Juga:

“Secara tidak langsung pelapor sebenarnya telah menuduh bahwa kepolisian, Komnas HAM termasuk Presiden tidak bekerja berdasarkan fakta hukum benar,” Kata tim advokasi Novel Arif Maulana (8/11/2019).

Dia mengatakan, sebagai korban, berbagai fitnah keji dialamatkan kepada Novel. Padahal berbagai fakta dan bantahan sudah disampaikan langsung oleh Novel termasuk Pimpinan KPK. Bahkan, selama ini pemerintah secara resmi memberikan bantuan untuk pengobatannya. Kapolri saat itu, Tito Karnavian pun sudah menyaksikan langsung kondisi Novel tak lama setelah kejadian.

“Laporan itu bentuk kriminalisasi dan serangan terhadap korban. Sama seperti serangan yang selama ini diterima Novel di media sosial, pernyataan-pernyataan politikus, tokoh ormas, dan orang-orang yang tidak suka dengan KPK. Kali ini serangan termasuk dilakukan dengan pelaporan pidana yg tidak berdasar,” katanya.

Dia mengatakan, patut diduga, laporan tersebut merupakan upaya penggiringan opini publik. Tujuannya untuk mengaburkan dan mengecilkan dukungan kepada upaya penuntasan kasus Novel. Dia justru mempertanyakan maksud laporan Politikus PDIP itu. Dia berharap, Polisi tak memproses laporan Dewi Tanjung itu.

“Sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa laporan ini dilakukan saat ini. Mengingat kasus ini sudah berjalan hampir 3 tahun,” katanya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *